Islandia Akan Larang MasterCard dan Visa karena Menyensor WikiLeaks

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wikileaks. Foto: news.com.au

    Wikileaks. Foto: news.com.au

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Perusahaan kartu kredit yang mencegah pemegang kartu menyumbangkan uang kepada WikiLeaks terancam izin operasinya ditutup di Islandia, menurut anggota Komite Umum Parlemen Islandia.

    Perwakilan dari Mastercard dan Visa dipanggil menghadap komite Minggu untuk membahas penolakan mereka memproses sumbangan ke website itu, berdasarkan laporan Reykjavik Grapevine.

    "Orang-orang ingin tahu atas dasar hukum apa larangan itu diambil, tetapi tidak seorang pun bisa menjawabnya," kata Robert Marshall, ketua komite. "Mereka mengatakan keputusan ini diambil oleh sumber-sumber asing."

    Komite ini mencari informasi tambahan dari perusahaan kartu kredit itu untuk bukti bahwa ada dasar hukum untuk menghalangi sumbangan itu.

    Marshall mengatakan komite serius akan meninjau izin usaha dari Visa dan Mastercard di Islandia.

    Pemroses pembayaran WikiLeaks, perusahaan Islandia DataCell Ehf, mengatakan akan segera mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan-perusahaan itu agar donasi memungkinkan lagi.

    "DataCell yang memfasilitasi pembayaran tersebut terhadap WikiLeaks telah memutuskan untuk mengambil tindakan hukum segera agar donasi memungkinkan lagi," kata CEO DataCell Andreas Fink pekan lalu. "Kami tidak bisa percaya WikiLeaks akan merusak nama merek Visa."

    "Ini mungkin akan lebih merusak nama merek mereka dengan memblok pembayaran terhadap WikiLeaks daripada membiarkan saja," tambah Fink.

    Setelah berita bahwa perusahaan-perusahaan telah menghentikan proses donasi ke WikiLeaks, mereka yang berpartisipasi dalam kampanye online yang dikenal sebagai "Operasi Payback" membuat website Visa dan Mastercard offline sementara.

    Visa dan Mastercard masih memproses pembayaran untuk The Guardian dan New York Times, yang telah menerbitkan bocoran kabel diplomatik AS yang dirilis oleh WikiLeaks.


    RAWSTORY | EZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.