Assange Mengaku Diincar Amerika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julian Assange.  REUTERS/Luke MacGregor

    Julian Assange. REUTERS/Luke MacGregor

    TEMPO Interaktif, London - Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, masih menjadi sasaran kemarahan Washington pekan-pekan ini. Pekan depan politikus Amerika Serikat di Capitol Hill bakat menggelar rapat dengar pendapat resmi yang pertama pekan ini. Pengacara Assange, Jennifer Robinson, menyebut Washington berencana menjerat kliennya dengan Undang Undang Spionase buatan 1917. 

    "Washington akan mengajukan gugatan dalam waktu dekat," ujar Robinson, kemarin. Namun hal ini di bantah oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Maklum saja Undang Undang Spionase 1917 itu pernah gagal dipakai untuk menjerat The New York Times pada 1970-an. Kala itu harian terkemuka Amerika tersebut menerbitkan Pentagon Papers. 

    Sebab itu, dalam pertemuan pada pekan ini, anggota Kongres Peter King dari Partai Republik telah menawarkan rancangan undang undang Pengamanan dan Penertiban Penyebaran Data Intelijen. Bila disetujui maka menyebarkan nama aparat militer dan agen intelijen bisa dianggap melanggar hukum. 

    "WikiLeaks jelas-jelas merupakan ancaman bagi kemanan nasional Amerika Serikat," ujar King, yang tak lain Ketua Komisi Intelijen. "Julian Assange, musuh Amerika Serikat, mesti dijerat dengan Undang Undang Spionase." Katanya, dengan undang undang yang baru ini Jaksa Agung Eric Holder bisa meminta Inggris untuk mengirim paksa (esktradisi) Assange.

    "Undang undang ini perkakas tambahan buat Jaksa Agung," ujar King. Beberapa waktu sebelumnya trio Senator Joe Lieberman, Scott Brown, dan Susan Collins telah memasukkan rancangan undang undang guna memperbaharui Undang Undang Spionase tersebut. Sebab, dengan undang undang yang telah berumur 93 tahun sulit buat menjerat Assange. Kenapa? 

    "Apa yang Assange dan WikiLeaks lakukan dilindungi tradisi kebebasan mengeluarkan pendapat," ujar Robinson. Apalagi, kata pengacara asal Australia itu,"Assange cuma menyiarkan data-data yang dibocorkan kepadanya. Itu kan tak melanggar hukum." Assange sendiri sebelum ditahan di London sempat mengatakan bahwa Washington mengincarnya. 

    "Pentagon mengincar saya untuk diadili di sana," kata Assange lewat film dokumenter yang dibuat sebelum ia menyerahkan diri kepada polisi di London. Dalam film itu ia juga mengaku kecewa dengan sistem hukum di Swedia. "Sistem keadilan di Swedia telah disalahgunakan," tuturnya. Padahal, katanya ia mengungsi ke Swedia untuk mengungsi dari kejaran Pentagon. 

    "Saya datang ke Swedia sebagai seorang penerbit dan ada upaya untuk menuduh saya melakukan spionase," ujar bekas peretas (hacker) itu. Bjorn Hurtig, kuasa hukum Assange di Swedia, berjanji kan melawan upaya ekstradisi kliennya ke Swedia. "Cewek-cewek yang mengadukan klien saya itu punya agenda tersembunyi," ujarnya. 

    Hurtig mengaku kesimpulan itu didapatnya setelah membaca berita acara pemeriksaan yang diperolehnya dari Kepolisian Swedia. "Dari apa yang saya baca jelas sekali mereka berbohong," katanya. "Saya percaya ini lebih karena rasa cemburu dan kecewa karena mereka berharap terlalu banyak pada Julian." 

    Hurtig hakulyakin kasus yang menimpa kliennya itu bakal didrop begitu kasusnya disidangkan di Swedia. "Julian itu yang justru jadi korban," ujarnya seraya membantah ada kosnpirasi dalam kasus ini. "Saya percaya Julian akan mendapatkan sidang yang adil. Inikan bukan Republik Pisang." Assange akan disidang di Pengadilan Distrik London hari ini. 


    | REUTERS | DAILYMAIL | INDEPENDENT | ANDREE PRIYANTO





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.