Pemimpin Dunia Dukung Pendiri Wikileaks

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendukung WikiLeaks. AP

    Pendukung WikiLeaks. AP

    TEMPO Interaktif, London -Kendati Amerika Serikat tengah menyiapkan dakwaan, namun dukungan untuk pendiri situs Wikileaks, Julian Assange, terus mengalir. Dukungan tak hanya datang dari jurnalis, aktivis atau rakyat biasa. Namun juga dari banyak pemimpin dunia. 

    Setelah Menteri Luar Negeri Australia, Kevin Rudd, membela Assange dengan mengatakan pria asal Australia itu tidak bersalah, giliran Rusia menyampaikan dukungannya. Negara Beruang Merah itu malah mengusulkan agar Assange, 39 tahun, dianugerahi hadian Nobel. Organisasi pemerintah dan non pemerintah harusnya berpikir bagaimana membantu dia, kata sumber di kantor Presiden Rusia Dmitry Medvedev, kepada kantor berita Rusia. Sebelumnya, Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, mengecam Amerika dengan mengatakan tuduhan yang ada di dalam kawat diplomat sebagai fitnah. 

    Tak hanya Australia dan Rusia, seperti dilaporkan kemarin, sejumlah pemimpin di Amerika latin juga menyampaikan dukungannya untuk pendiri situs peniup pluit itu. Presiden Brasil Lula da Silva dalam blognya memprotes penahanan Assange. Laki-laki ini hanya mempublikasikan apa yang dia baca. Dan jika dia membacanya, itu karena seseorang menulisnya, tulis Lula. Masih dalam blog, Lula mengatakan Assange tidak bersalah, tapi yang bersalah adalah orang yang menulis hal-hal yang dipublikasikan itu. Mengecam orang yang menulis ini hanya omong kosong karena tidak akan ada skandal jika mereka tidak melakukannya.

    Lula mendukung karena banyak dari dokumen yang bocor terkait situasi keamanan di Rio de Janeiro. Pada 2009 sebuah kawat memperingatkan upaya-upaya yang dilakukan otoritas dengan mengusir gembong narkoba dari beberapa kota besar sebelum Olimpiade, mirip dengan pertempuran di Falujjah dan lebih dari sekedar operasi polisi urban konvensional.

    Di Venezuela, Presiden Hugo Chavez mengecam Menteri Luar Negeri Amerika, Hillary Clinton, dan menyerukannya agar mundur karena kasus mata-mata dan kegagalannya memimpin departemennya.

    Lihat bagaimana mereka memperlakukan pemimpin di negara-negara berkuasa, tandas Chavez di channel Telesur. Dia menggambarkan kawat tersebut sebagai bukti perang kotor kedutaan Yankee di seluruh dunia. Lihat bagaimana mereka memperlakukan teman terbaik kita, Vladimir Putin, benar-benar tidak dihormati! Negara Amerika latin lainnya yang mengecam Amerika yakni Argentina, Ekuador dan Bolivia. 

    Di Turki, Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan sangat geram dengan kawat diplomatik Amerika yang menyebutnya sebagai koruptor yang dekat dengan kelompok Islam. Tapi di Timur Tengah, Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad menolak keterangan Wikilekas sebagai perang psikologi. Juru bicara Menteri Luar Negeri Iran mengatakan musuh dunia Islam adalah proyek Iranophobia dan perpecahan. Proyek ini hanya melindungi kepentingan rejim Zionis dan pendukungnya.

    Sebagai bentuk dukungan terhadap Assange, pendukungnya di Australia Spanyol, Belanda, Kolombia, Argentina, Meksiko, Peru dan beberapa negara lainnya menggelar unjuk rasa menuntut pembebasan Assange. Mereka juga menuntut dibangunnya kembali domain Wikileaks serta dipulihkannya pelayanan visa dan kartu kredit Mastercard agar pendukung bisa menyumbangkan uangnya untuk Wikileaks.

    Sebuah situs Free Wikileaks berbahasa Spanyol menulis: Kami mencari pembebasan Julian Assange di wilayah Inggris. Situs itu menyebutkan pengunjuk rasa akan berkumpul pukul 18.00 sore di Madrid, Barcelona, Valencia, Seville dan tiga kota lainnya di Spanyol. 

    Assange saat ini ditahan di penjara Wandsworth di London selatan setelah menolak bebas dengan jaminan Selasa lalu. Ia ditangkap menggunakan surat perintah penahanan Eropa yang dikeluarkan Swedia. Negara itu mendakwanya melakukan tindak kejahatan seksual. Menurut pengacaranya, Amerika Serikat kemungkinan menyiapkan dakwaan untuk Assange

    GUARDIAN | DAILYMAIL | SYDNEY MORNING HERALD | SUNARIAH

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.