Kursi Kosong Pemenang Nobel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Liu Xiaobo (pen.org.au)

    Liu Xiaobo (pen.org.au)

    TEMPO Interaktif, Oslo - Saat para duta besar, bangsawan, dan undangan VIP mengambil kursi mereka di Balai Kota Oslo yang modern kemarin malam untuk upacara Hadiah Nobel Perdamaian, akan ada satu kursi kosong--untuk pemenang tahun ini.

    Dialah sang pemenang Nobel, Liu Xiaobo, aktivis demokrasi yang menjalani hukuman penjara 11 tahun di Cina karena tuduhan subversi setelah dia menyerukan perubahan sistem politik Beijing satu partai lewat Piagam 08. Otoritas Cina mengenakan pendukung Liu, termasuk istrinya, Liu Xia, status tahanan rumah untuk mencegah siapa pun mengambil hadiah itu.

    Pada Kamis lalu, polisi Cina mengepung rumah Liu di Beijing. Petugas mengawal pintu masuk ke kompleks permukiman dan mengecek identitas semua orang yang masuk. Sekitar selusin jurnalis berdiri di luar ketika petugas berpatroli memasuki kawasan di Beijing Tengah itu.

    Cina memang meradang ketika muncul pengumuman bahwa hadiah prestisius dengan uang senilai US$ 1,4 juta itu diberikan kepada kritikus sastra berumur 54 tahun tersebut. Pengumuman itu digambarkan sebagai serangan terhadap sistem politik dan hukum Cina. Beijing juga mendesak para diplomat asing tak hadir dalam upacara pemberian Hadiah Nobel itu. Cina dan 18 negara lain menolak hadir, termasuk Rusia, Pakistan, Iran, Venezuela, dan Kuba.

    Sekretaris Komite Nobel Geir Lundestad mengatakan Liu akan diwakili "oleh sebuah kursi kosong, argumen yang paling kuat" untuk penganugerahan kepadanya.
    Ini menjadi peristiwa yang pertama kali terjadi sejak Hadiah Nobel Perdamaian tak diterimakan sejak 1936. Hadiah Nobel memang bisa diterima hanya oleh sang pemenang atau anggota keluarga dekat. Andrei Sakharov dari Uni Soviet dan Lech Walesa (Polandia) tercatat diwakili para istri mereka. Adapun Aung San Suu Kyi diwakili putranya pada 1991.

    Di antara 1.000 tamu yang diperkirakan hadir adalah Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi dan Duta Besar Amerika untuk Norwegia, Barry White. Selain itu, ada sekitar 100 pembangkang Cina yang eksil dan sejumlah aktivis dari Hong Kong.
    Acara itu diawali oleh parade obor melalui jalan gelap dan dingin ke Grand Hotel, lokasi jamuan makan malam dengan Raja Harald dan Ratu Sonja dari Norwegia. Lundestad mengatakan sejumlah negara memberi alasan absen yang bervariasi, tapi beberapa "jelas dipengaruhi Cina".

    Cina memperingatkan bahwa menghadiri upacara akan tampak sebagai tanda ketidakhormatan. "Kami berharap negara-negara yang menerima undangan dapat membedakan antara yang benar dan yang salah dalam menegakkan keadilan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Jiang Yu, Senin lalu.

    Ketua Komite Nobel Perdamaian Thorjoern Jagland mendesak Cina menimbang reformasi politik. Dia menyebut keputusan Komite memberikan Hadiah Nobel kepada Liu juga menjadi satu pesan bahwa, sebagai kekuatan dunia, Cina "mesti bisa menerima debat dan kritik". "Ini bukan penghargaan buat menyerang Cina," dia menegaskan.
     
     AP | Reuters | CNN | Dwi Arjanto








     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.