Pejabat dan Bank Sentral Zimbabwe Terlibat Berlian Berdarah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah cincin berlian 5,00 karat berbentuk bantal merah muda, ditampilkan selama lelang Christie di Hong Kong, Senin, 21 September 2009. Berlian tersebut diperkirakan terjual sekitar US $ 7.000.000.(AP Photo /Vincent Yu)

    Sebuah cincin berlian 5,00 karat berbentuk bantal merah muda, ditampilkan selama lelang Christie di Hong Kong, Senin, 21 September 2009. Berlian tersebut diperkirakan terjual sekitar US $ 7.000.000.(AP Photo /Vincent Yu)

    TEMPO Interaktif, Johannesburg -Perdagangan gelap berlian di Zimbabwe telah menyebabkan tewasnya ribuan orang, memperkaya mereka yang dekat dengan Presiden Robert Mugabe dan menyokong keuangan sebagian dana bank sentralnya. Demikian dokumen Amerika Serikat yang dirilis WikiLeaks.

    “Dalam sebuah negara yang penuh skema korupsi, bisnis berlian di Zimbabwe adalah salah satu yang terkotor,” tulis sebuah dokumen rahasia bertanggal November 2008, dari Kedutaan Amerika di negeri itu, yang muncul pekan ini di situs WikiLeaks.

    Mugabe dipaksa masuk suatu pemerintahan persatuan dengan para rival lamanya hampir dua tahun lalu dan negara telah mencoba menggenjot ekonomi dengan memenangi persetujuan untuk penjualan berlian lewat Kimberly Process, sebuah pengawas internasional atas perdagangan berlian.

    Dalam dokumen-dokumen rahasia yang bertanggal sebelum pemerintahan persatuan berkuasa, para diplomat Amerika Serikat mengutip seorang eksekutif pertambangan Inggris yang mengatakan mereka yang dekat dengan Mugabe, termasuk istrinya, “telah mengekstrak keutungan besar” dari tambang Chiadzwa di bagian timur negeri tersebut.

    “Berlian-berlian yang dijual kepada para anggota rezim dan elit adalah dijual dengan cetak anyar catatan Zimbabwe yang dikeluarkan oleh RBZ (Bangk Sentral Zimbabwe),” demikian salah satu dokumen akhir 2008 yang mengutip eksekutif perusahaan tambang Inggris, Andrew Cranswick.

    Reuters | dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.