Bom Bunuh Diri di Pakistan, 18 Orang Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bom bunuh diri di Pakistan. AP/Mohammad Sajjad

    Bom bunuh diri di Pakistan. AP/Mohammad Sajjad

    TEMPO Interaktif, Sebuah bom bunuh diri diduga dilakukan seorang remaja menewaskan 18 orang dan melukai 33 lainnya di dalam bus di utara Pakistan, Rabu (8/12).

    Remaja tersebut, jelas petugas kepolisian Dilawar Bangish, meledakkan bom di dalam bus yang berhenti di pasar Tirah Bazar, Kohat, provinsi Khyber Pakstunkhwa.

    Serangan ini mendapatkan kecaman dari kedutaan besar Amerika Serikat di Islamabad. "Serangan terhadap pasar, dimana banyak orang, perempuan dan anak-anak yang menjadi korban ledakan merupakan demontrasi tidak manusiawi."

    Sementara itu,  Fazal Naeem juru bicara kepolisian menyebutkan, pelaku ledakan dalam aksinya mendekat ke pintu bus yang sedang membawa sejumlah penumpang ke Orakzai selanjutnya meledakkan diri. Seluruh penumpang yang cedera dilarikan ke rumah sakit.

    Koresponden Al Jazeera, Zeina Khodr, melaporkan dari Islamabadf, "banyak sekali korban cedera serius, jumlah korban meninggal kemungkinan bisa bertambah."

    Kepala kepolisian Kohat Dilawar Bangish mengatakan, target serangan ini tak begitu jelas sebab korban yang berjatuhan berasal dari kelompok Suni dan Shia.

    "Seorang remaja berusia antara 18-20 tahun, yang membawa bahan peledak seberat 6 kilogram, melakukan serangan. Kami punya bukti menemukan potongan kepala dan tangan pelaku bom bunuh diri," tambahnya.

    Dalam serangan mematikan tesebut, belum ada kelompok mengaku bertanggung jawab. Sebelumnya, Taliban mengaku bertanggungjawab atas dua ledakan, Senin, yang ditujukan terhadap gedung pemerintah di Pakistan.

    CNN | AL JAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.