Australia Bela Pendiri WikiLeaks

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kevin Rudd. REUTERS/Daniel Munoz

    Kevin Rudd. REUTERS/Daniel Munoz

    TEMPO Interaktif, Sydney - Menteri Luar Negeri Australia Kevin Rudd kemarin dengan lantang membela Julian Paul Assange, 39 tahun, warga Australia yang bikin heboh dunia setelah mengunggah lebih dari 250 ribu dokumen kawat diplomat Amerika Serikat ke situs WikiLeaks. "Warga Amerika Serikat-lah yang bertanggung jawab," ujar Rudd. 

    Bekas Perdana Menteri Australia itu juga mempertanyakan sistem keamanan dan tingkat akses pejabat Amerika Serikat yang menyimpan dokumen itu dalam waktu lama. "Saya pikir itulah pertanyaan yang sesungguhnya," tutur Rudd lagi. "Tanggung jawab utama dan hukum ada pada orang-orang tersebut." 

    Kepada Tempo, Penasihat Senior Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Alec J. Ross, mengatakan Assange melakukan tindak kriminal karena melanggar Undang Undang Spionase Amerika Serikat. "Mereka mengunduh data yang dicuri itu secara ilegal," ujarnya. "WikiLeaks itu, seperti dikatakan Menteri (Hillary) Clinton, adalah sebuah kejahatan." 

    Hal hampir senada juga sempat dinyatakan Perdana Menteri Julia Gillard beberapa waktu lalu. "Tindakan WikiLeaks ini jelas-jelas tak bertanggung jawab," ujarnya. Tapi belakangan Gillard menambahkan, "Publikasi itu tak mungkin terjadi tanpa ada perbuatan melanggar hukum yang dilakukan di Amerika Serikat." 

    Jaksa Agung Amerika Serikat Eric Holder mengatakan masih akan menyelidiki kemungkinan pelanggaran hukum yang dilakukan Assange. "Kami sedang mencari tahu," ujarnya. Pengadilan Distrik London telah memutuskan menahan Assange hingga 14 Desember mendatang. Hakim Distrik Howard Riddle juga menolak permintaan bebas dengan jaminan.

    Sejumlah warga Australia dan tokoh dunia menyatakan dukungannya terhadap pendiri WikiLeaks itu. Aktivis terkemuka asal Amerika Serikat, Noam Chomsky, bahkan menulis surat terbuka yang ditujukan kepada Perdana Menteri Gillard. "Anda sebaiknya membuat pernyataan yang keras dalam mendukung Julian Assange," ujarnya. 

    Senator Australia Bob Brown, tokoh whistle blower Lance Collins, serta sejumlah penulis top Australia, seperti Raimond Gaita, Christos Tsiolkas, dan Helen Garner, mendukung Assange. Begitu pula aktivis hak asasi Lizzie O'Shea dan peneliti Universitas Victoria, Jeff Sparrow. Mereka mendesak Gillard dan pemerintah Australia membela Assange. 

    ABC | GUARDIAN | REUTERS | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.