Julian Assange: Jangan Bunuh Si Pembawa Pesan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julian Assange. AP/Keystone, Martial Trezzini

    Julian Assange. AP/Keystone, Martial Trezzini

    TEMPO Interaktif, Sebelum ditahan oleh polisi Inggris, Julia Assange berpesan dan sebuah tulisannya yang dimuat di harian Australia, The Age. Assange meminta pemerintah negara-negara di dunia tidak "membunuh si pembawa pesan" dengan menyerang Wikileaks, situs pembocor dokumen rahasia yang didirikan Assange. 

    Assange, 39 tahun, yang juga mantan hacker ini meminta situs "peniup pluit" perlu dilindungi. Menurut Assange sebuah masyarakat demokratis membutuhkan media yang kuat dan Wikileaks bagian dari media tersebut. Media ini, kata Assange, terus membantu pemerintah untuk jujur. 

    "Wikileaks telah mengeluarkan kenyataan pahit tentang perang Irak dan Afghanistan, juga perusahaan yang korup," kata Assange. Dia menolak disebut sebagai orang yang anti-perang, tapi dia mendorong pemerintah untuk pemerintah jujur dalam mengungkap alasan ketika memilih untuk berperang. 

    Sejak Senin pekan lalu, Wikileaks membocorkan sebanyak 251.187 dokumen yang berasal dari kawat diplomatik Kedutaan Amerika Serikat di hampir seluruh negara. Julian Assange kemarin ditangkap oleh polisi Inggris di London. Penangkapan ini atas sebuah perintah yang dikeluarkan oleh Swedia karena dugaan kejahatan seksual termasuk pemerkosaan. Swedia meminta Assange segera di-ekstradisi. 

    Assange melawan proses ekstradisi ini lewat persidangan di London, Inggris. Dia akan disidang di pengadilan Wesminster untuk proses perlawanan ekstradisi. "Dia akan muncul di pengadilan Westminster pada hari ini," kata juru bicara kepolisian Inggris. 

    TELEGRAPH | PGR 




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.