Pendiri Wikileaks Akan Menyerahkan Diri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julian Assange. AP /Lennart Preiss

    Julian Assange. AP /Lennart Preiss

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Julian Assange, pendiri lembaga Wikileaks, akan menyerahkan diri kepada polisi paling lambat 24 jam. Tindakan itu dilakukan setelah Swedia mengeluarkan surat permohonan kepada Inggris untuk menangkap pendiri lembaga yang membocorkan dokumen diplomatik Amerika Serikat.

    "Kami sudah mendiskusikan soal penyerahan diri ini," kata Mark Stephens, pengacara Assange.

    Saat ini Assange bersembunyi di bagian tenggara Inggris. Polisi setempat sudah mengetahui posisinya, hanya mereka menunggu surat resmi permohonan penangkapan dari Swedia.

    Assange, warga Australia yang berusia 39 tahun, belakangan ini memang mendapat tekanan berat. Itu terjadi setelah Wikileaks membocorkan dokumen pembicaraan diplomatik dari 274 kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat ke Washington. Wikileaks telah mengeluarkan 842 dari 251.287 dokumen kawat diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat di dunia. Dalam situs Wikileaks yang beralamat di Wikileaks.de, kawat diplomatik yang berisi memo laporan rahasia ini  bertanggal sejak 28 Desember 1966 hingga 28 Februari 2010.

    Tapi, pemerintah Swedia hendak menangkap Assange bukan gara-gara dokumen tersebut. Bukan pula karena tuduhan perkosaan atau pencabulan terhadap dua perempuan berumur 30 tahunan di Swedia pada saat ia menggelar konferensi di sana pada Agustus lalu. Tapi, karena dia berhubungan seks tanpa kondom. (Baca juga: Pendiri Wikileaks Diburu karena Kondom)

    Kepolisian Inggris, Scotland Yard, selama ini menunggu surat resmi permohonan penangkapan dari Swedia. "Jika surat itu sampai kepada kami dan kami tahu di mana dia berada, tentu kami akan meringkusnya," demikian pernyataan tertulis dari Scotland Yard seperti dikutip Telegraph.

    Assange juga mendapat tekanan setelah beberapa lembaga internasional tak mendukungnya. Pertama, Amazon, pemilik jaringan server tempat Wikileaks menyimpan dokumen menendangnya, setelah mendapat tekanan dari Kongres Amerika. PayPal, situs pembayaran online dari Amerika, juga memutuskan tak memberikan layanan yang membuat orang bisa menyumbang dana ke Wikileaks.

    Tekanan terberat datang dari pembekuan rekening Wikileaks. Kanto berita AP dan AFP pada Senin 6 Desember 2010 melaporkan bank itu membekukan sejumlah rekening antara lain rekening yang menyimpan dana untuk pembelaan hukum dan aset pribadi Assange senilai 31.000 euro atau hampir Rp 371 juta.

    BS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.