Eropa Lumpuh Gara-gara Suhu Minus 30 Derajat, 60 Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/ Owen Humphreys, PA

    AP/ Owen Humphreys, PA

    TEMPO Interaktif, London -- Hujan salju yang turun dengan lebat di sekujur Eropa selama beberapa hari ini telah melumpuhkan sebagian Eropa Utara. Hingga kemarin, tercatat 60 orang tewas akibat suhu udara yang melampaui minus 30 derajat Celsius ini.

    "Tentara telah membuka barak-barak bagi sekitar 900 orang yang terjebak hawa dingin," kata Jacky Rowland di Paris, Prancis, seperti dilansir Al-Jazeera. Di Polandia, sudah 30 orang tewas membeku akibat temperatur yang menembus minus 33 derajat Celsius. Malah ada sekitar 150 ribu warga yang tinggal tanpa pemanas suhu.

    Sejumlah bandar udara, seperti Bandara Gatwick, Edinburgh, dan London's City di Inggris, terpaksa ditutup. Andy Jenkins dan tunangannya, Kim London, terpaksa ngendon di Bandara Gatwick gara-gara penerbangan ke Las Vegas, Amerika Serikat, dibatalkan.

    "Bagaimana kami mau menikah kalau begini?" kata Jenkins, yang sedianya menggelar pernikahan di Amerika.

    Bandara Internasional Jenewa juga sempat tutup selama satu setengah hari. Begitu pula penerbangan dari Frankfurt, Jerman, dan Amsterdam, Belanda, sebagian ditunda. Jalur kereta pun ikut mandek.

    Gara-gara cuaca ekstrim ini pula, pertandingan antara Blackpool dan Manchester United dibatalkan. Padahal, lapangan mereka sudah diselimuti serta disemprot air panas.

    Jaringan kereta Eurostar, yang menghubungkan London-Paris-Brussel, membatalkan perjalanan lebih dari 20 kereta pada Kamis lalu. Eurostar juga berencana mengurangi pelayanan ke beberapa jalur hingga Ahad ini.

    Warga Berlin kemarin bangun dengan salju setinggi 10 sentimeter di depan rumah mereka. Di Skotlandia, lebih dari 250 ribu anak sekolah diliburkan. Kepolisian Inggris menganjurkan agar warga mengurungkan niat mereka bepergian.

    ALJAZEERA | NYTIMES | HERALDSUN | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.