Putin dan Negara Mafia Versi Wikileaks

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vladimir Putin. AP/RIA Novosti Alexei Druzhinin

    Vladimir Putin. AP/RIA Novosti Alexei Druzhinin

    TEMPO Interaktif, Moskow - Heboh pembocoran kawat diplomatik rahasia Amerika Serikat oleh WikiLeaks menyasar Rusia. Negeri Beruang Merah itu dikecam sebagai "negara mafia". Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin pun meradang. Salah satu kawat yang bocor mulai Senin lalu itu menyebut Kremlin dibantu para penjahat dan memberi mereka dengan patronase politik, sementara para pejabat tinggi mengumpulkan uang-uang suap mirip upeti.

    Menurut kawat-kawat itu, Rusia adalah korup, kleptokrasi otokrasi yang berpusat pada kepemimpinan Vladimir Putin, di mana para pejabat pemerintah, oligarki, dan kejahatan terorganisasi terhubung bersama untuk menciptakan suatu "negara mafia virtual".

    Perdagangan gelap senjata, pencucian uang, tindakan memperkaya diri, perlindungan para gangster, pemerasan dan penyuapan, serta sekoper uang dan rekening rahasia bank di Siprus. Kawat-kawat diplomatik itu mencatat gambaran gelap sistem politik di mana korupsi saja totalnya diperkirakan mencapai US$ 300 miliar per tahun. Tak aneh bila sulit membedakan antara kegiatan pemerintah dan kejahatan terorganisasi.

    Salah satu tuduhan yang paling mencolok yang dibocorkan WikiLeaks adalah mata-mata Rusia memanfaatkan bos mafia senior untuk operasi kriminal, seperti perdagangan senjata, lembaga penegakan hukum, dan kantor kejaksaan faktanya menjadi pelindung jaringan kriminal, dan lainnya. Dan, Putin dituduh melakukan "hal-hal terlarang" selama menjabat.

    Tuduhan-tuduhan itu datang beberapa jam sebelum Putin menuju sidang komite eksekutif FIFA di Zurich buat mendukung upaya Rusia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Putin, pada Rabu malam lalu, tiba-tiba membatalkan perjalanannya, mengeluhkan kampanye kotor untuk mendiskreditkan negerinya.

    Dalam wawancara dengan CNN di Larry King Live, direkam sebelum pengungkapan terbaru, Putin meradang. Dia juga mengecam kawat-kawat itu dan memperingatkan Amerika Serikat agar tak usah menempelkan hidungnya ke dalam urusan dalam negeri Rusia.

    Putin menegaskan, dia tak senang atas seorang diplomat Amerika yang menggambarkannya sebagai "Batman" dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev sebagai "Robin". "Sejujurnya, kami tidak menduga bahwa (kritik) ini bisa dilakukan dengan arogansi seperti itu. Dengan kekasaran seperti itu, dan kau tahu, itu sangat tak etis," Putin menyergah, Rabu lalu.

    Tuduhan-tuduhan tersebut bersumber dari jaksa Spanyol, Jose Gonzalez, yang menghabiskan lebih dari satu dekade mencoba mengungkap kegiatan kejahatan terorganisasi Rusia di Spanyol. Pihak berwenang Spanyol telah menangkap lebih dari 60 tersangka, termasuk empat bos mafia top di luar Rusia.

    GUARDIAN |CNN | DWI ARJANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.