Wikileaks.org Dibunuh, Ganti Jadi Wikileaks.ch

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • WikiLeaks. AP/Fareed Khan

    WikiLeaks. AP/Fareed Khan

    TEMPO Interaktif, Situs pembocor dokumen rahasia, Wikileaks yang beralamat di Wikileaks.org "dibunuh" oleh pemilik domain EveryDNS.net, sebuah perusahaan Amerika Serikat. "Kami dibunuh karena telah menyerang," tulis wikileaks di akun twitternya pada Jumat (3/12). 

    Namun "pembunuhan" ini tidak berlangsung lama. Empat jam setelah pengumuman matinya situs wikileaks.org, mereka mengumumkan domain baru: wikileaks.ch. Dalam akun twitter Wikileaks ditulis: Wikileaks pindah ke Swiss dengan alamat http://wikileaks.ch/ 

    Soal dimatikannya alamat yang lama, EveryDNS.net mengumumkan secara resmi penghentian layanannya bagi wikileaks yang telah menjadi klien mereka selama empat tahun. Namun mereka tidak menyebutkan alasan "pembunuhan" ini.  

    Wikileaks pada Senin lalu membocorkan 250.000 kawat diplomatik milik kedutaan Amerika Serikat. Kawat diplomatik berisi laporan yang sifatnya sangat rahasia. Pemerintah AS sedang menyelidiki WikiLeaks setelah membocorkan dokumen kawat diplomatik pemerintah AS. Mereka marah karena bocornya dokumen diplomatik yang sangat sensitif.
      
    Sebelumnya situs penyedia jasa internet, Amazon juga memutus hubungan dengan Wikileaks. Wikileaks dinilai telah melanggar ketentuan dan syarat Amazon. Wikileaks, menurut Amazon, tidak memiliki hak mempublikasikan dokumen-dokumen tersebut. 
     
    Pendiiri Wikileaks, Julian Assange juga tengah diburu interpol seluruh dunia. Dia dituduh melakukan perkosaan dan pelecehan seksual di Swedia. 

    Assange yang terkenal dengan rambut peraknya selama ini hidup nomaden. Dia hidup tanpa memiliki alamat rumah dan jarang tampil ke publik. Assange kadang muncul di Swedia atau Islandia, negara yang melindungi kebebasan berinternet. Yang jelas, dia pergi dengan paspor Australia. 

    NEWS.COM.AU | PGR  

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.