Salah Serang, Pria Pakistan Gugat Amerika Serikat Rp 4,5 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat tanpa awak. AP/US Air Force, John Schwab

    Pesawat tanpa awak. AP/US Air Force, John Schwab

    TEMPO Interaktif, Islamabad - Seorang pria Pakistan menggugat pemerintah Amerika Serikat sebesar US$500 juta (Rp 4,5 triliun) atas kematian putra dan saudara laki-lakinya.

    Kematian tersebut, menurut pengacara penggugat, akibat serangan jet tempur tanpa awak Amerika Serikat tahun lalu.

    Shahzad Akbar, pengacara Kareem Khan, mengatakan kepada CNN bahwa kliennya juga ingin serangan pesawat tanpa awak dihentikan. Dia katakan, telah mengajukan gugatan ke sejumlah pejabat Amerika Serikat termasuk Menteri Pertahanan Robert Gates, Direktur CIA Leon Panetta, dan Kepala CIA di Islamabad Jonathan Banks.

    Kareem Khan mengatakan kepada CNN, serangan udara tersebut terjadi pada 31 Desember 2009 dengan target rumahnya di Machikhel, sebuah desa di Waziristan Utara.

    Khan, 43 tahun, adalah seorang jurnalis. Dia mengatakan, ketika serangan berlangsung dirinya tak berada di sana namun keluarganya menjadi korban ledakan bom pesawat yang menghantam kediamannya. Dia melanjutkan, laporan yang menyebutkan bahwa serangan itu menewaskan sejumlah militan adalah bohong. Sebaliknya, serangan tersebut justru telah mebunuh saudara laki-lakinya berusia 35 tahun, Asif Iqbal, seorang guru bergelar master sastera Inggris serta putranya Zaenullah Khan berumur 18 tahun, seorang anggota staf sekolah pemerintah dan seorang pekerja konstruksi yang sedang membangun sebuah masjid di desa.

    Akbar mengatakan, serangan jet tempur telah menewaskan sejumlah warga sipil tak berdosa dan juga melanggar hukum internasional yang saat ini diacuhkan.

    "Pak Kareem yakin Jonathan Banks bukanlah seorang diplomat Amerika Serikat," kata Akbar dalam sebuah pernyataan. "Di sana dia tak mendapatkan kekebalan diplomatik."

    "Ketika rumahku diserang, kabar yang muncul adalah militan telah tewas," kata Khan. "Di rumahku tak ada kaum militan saat serangan jet temput berlangsung. Kediamanku bukan pusat pelatihan, tak pernah ada. Hanya orang-orang tak berdosa yang tewas di sana."

    CNN | CHOIRUL

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.