Negara Donor Pangkas Dana AIDS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Subekti

    TEMPO/ Subekti

    TEMPO Interaktif, New York -Stella Mbabazi, 4 tahun, hidup dalam keseimbangan. Sejak lahir ke dunia ini, dokter segera memvonis bocah perempuan itu mengidap HIV/AIDS. Virus mematikan itu didapatnya dari Rebecca Mbabazi, 23 tahun, ibunya. Keduanya bisa bertahan hidup cukup lama tak lain berkat bantuan obat-obatan HIV/AIDS yang didanai Uni Eropa. 

    Cuma, Uni Eropa kemarin berencana memangkas bantuan obat-obatan murah itu. Alasannya semata berkaitan dengan hak cipta dan kepentingan komersial. Terang saja rencana itu dikecam lembaga independen pemberi bantuan obat-obatan ke dunia ketiga, Medecins Sans Frontieres (MSF). Lembaga ini menganggap Uni Eropa lebih mempedulikan profit daripada nyawa.

    "Kita bicara tentang nyawa manusia!" kata Presiden MSF Dr Unni Karunakara. "Ada jutaan orang yang menggantungkan nyawanya pada obat-obatan murah." Padahal Badan AIDS Dunia (UNAIDS) baru saja menyampaikan kabar gembira. "Rasio penularan HIV/AIDS turun 20 persen selama satu dekade terakhir," ujar Direktur Eksekutif UNAIDS Michel Sidibe. 

    Padahal, kata dia, sejak menjadi epidemik, virus ini telah menjangkiti lebih dari 60 juta orang dan membunuh hampir 30 juta jiwa. "Semua ini berkat investasi pendidikan dan pencegahan," ujar Sidibe. Karena itu, ia menyesalkan kendurnya dukungan dari banyak pihak terhadap pencegahan penularan HIV/AIDS. 

    "Tantangannya adalah bagaimana kita bisa menggenjot kemajuan ini dengan kian lemahnya dukungan," kata Sidibe menyambut Hari AIDS Sedunia, yang diperingati mulai Empire State Building di Manhattan hingga Katedral Santo Paus di London dan Opera House di Sydney. 

    Peneliti dari Universitas John Hopkins, Dr Thomas Quinn, menyatakan pemotongan dana itu bakal memicu melonjaknya penyebaran HIV/AIDS di Afrika Sub-Sahara. Ia menaksir jumlah pengidap HIV/AIDS di sana bakal mencapai 70 juta pada 2050. "Sebab, perawatan dan obat-obatan menjadi terbatas," tuturnya. 

    AP | INDEPENDENT | ANDREE PRIYANTO




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.