Harta Ludas Demi Tampung 1500 Anjing

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wan hai dan anjingnya. foto: orange.co.uk

    Wan hai dan anjingnya. foto: orange.co.uk

    TEMPO Interaktif, Nanjing -Pengorbanan perempuan asal Cina ini luar biasa mulia. Bayangkan, dia rela melepaskan pekerjaan, rumah dan mobilnya untuk mengadopsi lebih dari 1500 anjig liar.

    Adalah Ha Wenjin, mengakhiri karir bisnis, menjual rumah, mobil dan perhiasannya untuk membangun pusat penampungan anjing tak resmi di county Tangquan, Nanjing, Cina. “Pada awalnya saya melakukan ini dalam waktu luan saya, tetapi ketika saya kumpulkan lebih banyak dan banyak piaraan yang liar, ternyata waktu saya tersita untuk mereka,” ujar Bu Wenjin, Senin (29/11).

    Akhirnya dia memperkerjakan 10 pekerja buat membantu dan menjaga para anjing terlantar itu -dan dua pegawai lainnya buat membantu merawat 200 kucing yang diadopsi pada pusat penampungan kedua yang tak jauh lokasinya.

    Namun, proyek-proyeknya berisiko ketika para pejabat lokal, yang tidak mengakui pekerjaannya, meminta lahan untuk pembangunan kembali. “Saya harus mencari sebuah lokasi baru yang tenang dan tidak dekat dengan apapun habitat manusia, karena 1500 anjing-anjing itu memang tidak tenang,” ujarnya. “Dan sewa tempatnya harus sangat murah karena pendapatan utama kami dari donasi-donasi.”

    Keuangan memang sangat mepet karena dia sebagian bergantung kepada para relawan ketika masyarakat membawakan ratusan “roti babi” untuk memberi makan anjing-anjing itu.

    Ha Wenjin sudah menemukan lokasi terbaik yakni di desa Houyu, County Pukou, tapi hampir mampu butuh dana buat memangun pusat penyelamatan hewa dan menjalankannya. Dan dia berharap lebih banyak relawan akan berubah untuk membantunya dalam memindahkan seribuan anjing dengan empat bus pada 4 Desember nanti dan membersihkan kendaraan itu setelahnya.

    Orange | dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.