Dokumen Diplomatik AS Sebut Khameini dan Kim Segera Mangkat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • cablegate.wikileaks.org

    cablegate.wikileaks.org

    TEMPO Interaktif, Washington DC - Bagi diplomat Amerika Serikat, informasi tentang pemimpin negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan mereka merupakan hal yang tak ternilai. Seperti tercantum di situs "peniup peluit" Wikileaks, kawat diplomatik Kementerian Luar Negeri AS mengirim pesan tentang kesehatan pemimpin Iran dan Korea Utara.

    Sebuah kawat yang dikirim dari Kedutaan Besar AS di Singapura Juni 2009 menyebut Pemimpin Korea Utara Kim Jong Il sebagai pria tambun bertubuh lembek. Kawat dari Seoul Korea Selatan pada bulan berikutnya menyebutkan dia mengalami gagal jantung. "Analis Korea Selatan yakin KJI tidak akan bertahan tiga sampai lima tahun lagi, meski belakangan kondisinya membaik." 

    Tiga bulan kemudian diplomat AS di Cina mengatakan kondisi Kim membaik. Mengutip seorang diplomat Cina yang bertemu Kim pada Oktober 2009, kawat diplomatik itu menyebut berat Kim menyusut ketimbang tiga tahun lalu.

    Diplomat Cina itu sempat bertanya apakah Kim masih melakoni kebiasaannya menenggak alkohol. "Kim said yes," tulis dokumen itu.

    Washington mendapat kabar tentang kesehatan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Seyed Ali Khamenei dari seorang pengusaha. Dari mantan Presiden Iran Ali Akbar Rafsanjani, pengusaha itu mengabarkan Sang Imam Besar menderita leukimia. "Mungkin akan meninggal dalam hitungan bulan," tulis dokumen yang keluar pada Agustus 2009.

    Khamenei terpilih pada 1989 menggantikan Imam terdahulu Ayatullah Khomenei. Dia merupakan figur sentral yang mempengaruhi rezim Iran, termasuk Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Kawat diplomatik itu menyatakan kesehatan Sang Imam bisa mempengaruhi hubungan AS-Iran.

    Dokumen lain menyebutkan, tidak seperti Ahmadinejad, Khamenei mau berdiskusi dengan AS tentang Program Nuklir Iran. "Keinginan berbicara dengan AS tentang nuklir datang dari Khamenei, Presiden Ahmadinejad bukan penentu kebijakan dalam masalah ini," tulis diplomat AS di Cina, September 2009.

    CNN | REZA M
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?