Jurnalis Diminta Segera Tinggalkan Pulau Yeonpyeong

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal patroli Korea Selatan berpatroli di dekat Pulau Yeonpyong, Laut Kuning, di sebelah barat Korea Selatan, Jumat (29/5). AP Photo/Yonhap, Ahn Jung-won

    Kapal patroli Korea Selatan berpatroli di dekat Pulau Yeonpyong, Laut Kuning, di sebelah barat Korea Selatan, Jumat (29/5). AP Photo/Yonhap, Ahn Jung-won

    TEMPO Interaktif, Seoul - Kementerian Pertahanan Korea Selatan meminta para jurnalis meninggalkan Pulau Yeonpyeong paling lambat Minggu (28/11) malam. Pemerintah khawatir tindakan provokatif Korea Utara membahayakan nyawa jurnalis yang meliput di perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan itu. 

    "Dalam kondisi sekarang, sangat sulit mempredikis apa yang akan terjadi," begitu bunyi pernyataan tertulis Kementerian Pertahanan Korea Selatan pada hari ini seperti yang dilansir dalam situs berita Yonhap, Minggu (28/11). "Korea Utara menyerang kami dengan memakai latihan militer bersama AS sebagai alasannya." 

    Semenanjung Korea memanas sejak Selasa lalu. Ketika itu Korea Utara melepas tembakan roket-roketrnya ke perbatasan Korea Utara-Korea Selatan. Puluhan roket mendarat di Yeonpyeong, sebuah pulau wilayah Korea Selatan, yang berada di sisi barat perbatasan perairan negara satu induk tersebut. 

    Pulau Yeonpyeong dihuni oleh 1.700 penduduk, kebanyakan dari mereka telah mengungsi. Namun masih ada sekitar 20 penduduk yang menempati pulau itu. 

    Sebelumnya, milter Korea Selatan juga memerintahkan seluruh warga sipil di Pulau Yeonpyeong untuk masuk ke bunker atau mengungsi. Perintah ini dikeluarkan setelah Korea Utara kembali menembakkan roketnya pada pagi ini. 

    YONHAP | PGR 




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.