Warga Indonesia di Malaysia Meninggal dengan Pisau Tertancap di Dada

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pembunuhan

    Ilustrasi Pembunuhan

    TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur - Riris Jessyca, 27 tahun, warga Indonesia yang bekerja di Malaysia ditemukan tewas di rumah kontrakan dengan pisau masih tertancap di dadanya. Mayat Riris ditemukan sudah tidak bernyawa oleh para tetangganya yang menghirup bau tidak sedap dari kongsi (rumah papan) yang dikontrak Riris dan suaminya.

    “Dari paspor yang ditemukan, korban diketahui bernama Riris Jessyca, kelahiran Blitar, 23 Oktober 1983,” kata Ipda Raffles Langgak Putra, petugas Atase Kepolisan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur yang menangani kaus tersebut. “Namun begitu, korban memegang paspor yang dikeluarkan imigrasi Riau,” jelasnya kepada Tempo, Sabtu (27/11).

    Raffles mengaku sudah berkoordinasi dengan Polis Diraja Malaysia untuk mengusut kasus kematian Riris. “Kasusnya ditangani kantor polisi Gombak, saya sudah melakukan koordinasi dengan mereka.”

    Penyelidikan sementara, menurut Raffles, polisi telah meminta keterangan pemilik kongsi, seorang warga Malaysia beretnis Cina. Dari keterangan pemilik kongsi diketahui Riris terakhir bersama suaminya berinisial B warga Indonesia yang juga bekerja di Malaysia.

    “Hari Senin (22/11) pagi, B menanyakan kepada pemilik kongsi apakah ia tahu keberadaan isterinya. Kepada pemilik kongsi, B menceritakan bahwa isterinya sudah dua hari tidak pulang. Karena pemilik kongsi tidak tahu, B berpesan agar disampaikan kepada Riris bahwa ia mencarinya.”

    Sore harinya, Riris ternyata pulang dan terlihat berbicara dengan suaminya. Sejak hari itu baik Riris maupun suaminya tidak diketahui pemilik rumah. Sampai hari Kamis (25/11) para tetangga mencium bau tidak sedap di lingkungan mereka.

    Setaleh dicari beramai-ramai, mereka menemukan mayat Riris dengan pisau masih tertancap di dadanya. Penemuan mayat tersebut langsung dilaporkan ke kantor polisi Gombak. Untuk sementara, polisi menetapkan suami Riris sebagai tersangka. Selain karena ia diketahui terakhir berbicara dengan koban, B juga menghilang dari kontrakannya.

    “KBRI sedang berkoordinasi dengan imigrasi di Indonesia untuk bisa menghubungi keluarga Riris Jessyca, sekaligus melacak keberadaan suaminya, B,” tutup Raffles

    MASRUR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.