PBB Akan Tambah Pasukan ke Sudan Selatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Sudan Selatan berjaga jaga di landasan Akobo, menyambut kedatangan petinggi PBB, Amerika Serikat dan Sudan Selatan (2/10). AP/Pete Muller

    Tentara Sudan Selatan berjaga jaga di landasan Akobo, menyambut kedatangan petinggi PBB, Amerika Serikat dan Sudan Selatan (2/10). AP/Pete Muller

    TEMPO Interaktif, New York -Perserikatan Bangsa-Bangsa berencana mengirimkan hingga 2000 lebih pasukan penjaga perdamaian ke Sudan selatan untuk meningkatkan keamanan sekitar sebuah pemungutan suara tentang apakah selatan harus memisahkan diri dari Utara. Demikian disebutkan seorang utusan di markas PBB, Rabu waktu New York, Amerika Serikat (atau dinihari tadi WIB).

    Berbicara tanpa disebutkan namanya, para diplomat Barat bilang Khartoum sejauh ini belum menyetujui proposal itu, yang akan meningkatkan kekuatan pasukan Misi PBB di Sudan (UNMIS) sebanyak 10 ribu menjadi maksimum 12 ribu tentara penjaga perdamaian.

    "Kami berharap mereka akan segera setuju," kata seorang diplomat Dewan Keamanan PBB kepada Reuters tanpa mau disebut identitasnya. Para diplomat lain bilang bahwa Khartoum enggan untuk menyetujui penempatan pasukan penjaga perdamaian tambahan di Selatan karena itu dapat dilihat sebagai penerimaan diam-diam kemerdekaan Sudan selatan.

    Rencana itu, yang akan membutuhkan persetujuan formal oleh 15 anggota Dewan Keamanan, adalah sebagai tanggapan atas sebuah permintaan dari presiden Sudan selatan, Salva Kiir, yang meminta anggota dewan menyetujui sebuah zona penyangga yang dimonitor PBB sepanjang perbatasan antara kawasan semi otonom selatan dengan utara.

    Pada diplomat dari DK dan para pejabat PBB sebelumnya telah mengatakan bahwa tidak mungkin untuk menciptakan daerah penyangga besar di sepanjang perbatasan panjang internal Sudan.

    Reuters | dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.