Wartawan Iran Raih Foreign Press Association

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Wartawan asal Iran yang bekerja untuk The Guardian, Saeed Kamali Dehghan, meraih penghargaan Foreign Press Association. Ia merekam peristiwa protes massa.

    Hasil karya jurnalis ini tentang kehidupan dan kematian Neda Agha-Soltan saat demonstrasi melawan pemerintah Iran pada pemilihan umum presiden 2009. Rekaman protes massa tersebut selanjutnya dikirimkan untuk The Guardian.

    Dalam membuat karya, dia bekerja bersama Anthony Thomas dari HBO (Home Box Office). Film ini dinobatkan sebagai pemenang untuk kategori feature dan dokumentasi. Atas karyanya, kedua orang ini menyabet penghargaa FPA tahun ini.

    Saeed Kamali Dehghan lahir 1 Mei 1985 di Karaj, dekat Teheran, adalah seorang jurnalis. Dia secara rutin menulis untuk The Guardian sejak Oktober 2006 dan sebagai koresponden The Guardian di Iran pada 2009. Selain menulis berita dalam bahasa Persia, Dehghan juga menulis dalam bahasa Inggris dan Prancis untuk sejumlah koran di berbagai belahan dunia, termasuk The Guardian, Le Monde, dan Etemaad.

    Untuk berita di televisi, Dehghan menyuplai berita buat France 24 dan channel 4. Dia merupakan produser untuk film dokumenter HBO bertajuk "For Neda".

    Berita lain yang menggemparkan Iran dibuat Dehghan adalah tentang hukuman rajam hingga mati bagi perempuan yang dituduh berzina Sakineh Mohammadi Ashtiani.

    GUARDIAN | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?