Serangan Artileri Untuk Sambut Penerus Kim Jong-Il  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bom yang tidak meledak di pulau Yeonpyeong. REUTERS/Park Jong-Sik/Hankyoreh

    Bom yang tidak meledak di pulau Yeonpyeong. REUTERS/Park Jong-Sik/Hankyoreh

    TEMPO Interaktif, Seoul -Serangan artileri Korea Utara atas sebuah pulau di Korea Selatan, paling mungkin dimaksudkan untuk meningkatkan kepercayaan dalam militer menjelang datangnya kepemimpinan baru. Hal itu mencuat di Korea Selatan hari ini.

    Serangan mematikan kemarin terjadi dua bulan setelah Kim Jong-Un, putra bungsu pemimpin saat ini, mengkonsolidasikan perannya dengan menjadi jendral bintang empat dan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat dari partai penguasa.

    Perdana Menteri Korea Selatan Kim Hwang-Sik bilang kepada parlemen bahwa penembakan di pulau di Laut Kuning, yang diklaim merenggut empat nyawa tentara Selatan dan melukai 18 prang, adalah sebuah “terukur dan provokasi yang direncanakan dengan hati-hati”.

    “Utara ingin mengangkat ketrampilan sang ahli waris, Kim Jong-Un, kesatuan internal yang kuat dan untuk melampiaskan ketidakpuasan terhadap dunia luar,” cetus perdana menteri kepada Majelis Nasional di Seoul, siang tadi.

    Menteri Pertahanan Kim Tae-Young, setelah berunding dengan koleganya Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates, juga menyebut, “Penilaian kami adalah bahwa Korea Utara melakukan serangan untuk mengkonsolidasikan proses suksesi dengan memamerkan kepemimpinan Kim Jong-Un.”

    The Straits Times | dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.