Jepang Bakal jatuhkan Sanksi Lebih Keras kepada Korea Utara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap mengepul dari pulau Yeonpyeong dekat perbatasan dengan Korea Utara. AP/Yonhap

    Asap mengepul dari pulau Yeonpyeong dekat perbatasan dengan Korea Utara. AP/Yonhap

    TEMPO Interaktif, Saling serang duo Korea mengundang reaksi tajam dari negeri Matahari Terbit. Dibanding Cina, Jepang bereaksi sangat keras.

    Negeri ini berjanji akan menjatuhkan sanksi  lebih keras kepada Korea Utara setelah melakukan serangan mematikan ke kepulauan Korea Selatan. Keterangan tersebut disampaikan Menteri Ekonomi Jepang, Banri Kaide, Rabu waktu setempat.

    "Saya rasa pemerintah akan segera menjatuhkan sanksi lebih keras kepada Korea Utara," ujarnya dalam acara jumpa pers usai rapat kabinet. Dia juga menyebutkan, serangan artileri Korea Utara dapat menimbulkan impak terhadap perekonomian Jepang.

    Selasa kemarin, Korea Utara memborbadir kepulauan Korea Selatan dengan artileri berat. Akbat serangan tersebut, dua serdadu Korea Selatan tewas, sejumlah warga sipil cedera serta bangunan hangus terbakar. Untuk mempertahankan wilayah di perbatasan kedua negara, Korea Selatan membalas serangan dengan mengerahkan jet tempur F-16.

    "Provokasi kali ini merupakan invasi ke teritori Korea Selatan," kata Presiden Lee Myung-bak di markas besar Kepala Staf Gabungan seperti dikutip kantor berita Yonhap.

    Insiden yang menewaskan dua marinir Korea Selatan ini adalah serangan pertama artileri ke Korea Selatan sejak berakhirnya Perang Korea pada 1953, tulis Yonhap.

    Serangan yang dilancarkan Korea Utara terhadap kepulauan Yeonpyeong, Laut Kuning, telah melukai 15 serdadu Korea Selatan dan tiga penduduk sipil. Selain itu artileri Korea Utara juga menghanguskan puluhan rumah dan hutan di kepulauan tersebut.

    REUTERS | CNN | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.