Robot Kedua Untuk Selamatkan Penambang Selandia Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ledakan pertambangan batu bara di Selandia Baru. Foto: dailymail.co.uk

    Ledakan pertambangan batu bara di Selandia Baru. Foto: dailymail.co.uk

    TEMPO Interaktif, Greymouth -Sebuah robot kedua siang tadi telah tiba di lokasi tambang batubara di dekat Greymouth, Selandia Baru dimana ledakan telah memerangkap 29 orang penambang. Tetapi para pejabat polisi menekankan bahwa itu tetap terlalu berbahaya bagi penyelamat manusia untuk masuk ke dalam, dan situasi di bawah tanah tumbuh semakin suram dengan setiap jam yan telah lewat.

    "Situasi ini suram. Ini adalah seperti kuburan. Dan Anda harus memahami bahwa risiko yang ditimbulkan oleh ledakan sekunder adalah nyata," kata Gary Knowles, inspektur Kepolisian Distrik Tasman kepada wartawan hari ini. Saat ini tim sedang mempersiapkan untuk penyelamatan (dengan robot), katanya.

    Tak seorang pun dari orang-orang itu -berusia 17-62 tahun- sejak ledakan pada Jum'at pekan lalu bersuara. Para pekerja mencoba mengebor sebuah lubang ke bawah hingga ke tambang untuk mengontak mereka, tapi sebuah ledakan yang potensial mencampurkan gas-gas ke dalam telah mencegah regu penyelamat segera masuk.

    Pagi tadi, polisi menyebut robot pertama yang dioperasikan militer dikirim untuk mencari tanda-tanda kehidupan dalam tambang yarng rusak di kedalaman sekitar 550 meter (1.800 kaki) di dalam terowongan. Robot militer Selandia Baru yang kedua telah tiba, ujar Knowles dan negoisasi untuk mendapatkan tambahan robot dari Amerika Serikat dan Australia tengah dilakukan.

    CNN | ABC | dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.