Setelah 10 Tahun, Suu Kyi Bertemu Anaknya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aung San Suu Kyi dan anaknya Kim Aris. (Guardian)

    Aung San Suu Kyi dan anaknya Kim Aris. (Guardian)

    TEMPO Interaktif, Yangon -Setelah 10 tahun, tokoh pro-demokrasi Burma, Aung San Suu Kyi bertemu dengan anaknya, Kim Aris pada hari ini. Kim Aris, 33, akhirnya mendapat visa dari rezim militer setelah menunggu selama 10 hari di Thailand. 

    Suasana haru menyelimuti pertemuan ibu dan anak ini di bandar udara Yangon. "Saya sangat bahagia," kata Suu Kyi kepada wartawan. Suu Kyi yang terus tersenyum sambil mengapit lengan anaknya. 

    Melalui pengacaranya, Nyan Win, Suu Kyi mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Burma yang telah memberikan visa kepada anaknya, Kim Aris. Kim Aris terakhir bertemu dengan ibunya pada 2000, sejak itu, visa yang diajukan oleh dirinya tidak pernah disetujui oleh junta militer Burma. Selama ini Kim Aris tinggal di Inggris. 

    Aung San Suu Kyi, dibebaskan dari tahanan rumah oleh junta militer pada 13 November lalu. Suu Kyi merupakan ikon demokrasi Burma. Sepanjang hampir 21 tahun ia habiskan sebagai tahanan rumah, karena aktivitasnya memperjuangkan demokrasi di negaranya. Pada 1991, dia meraih nobel atas perjuangannya.  
     
    Terakhir, Suu Kyi dinyatakan bersalah dan menjadi tahanan rumah pada Agustus tahun lalu, setelah seorang warga Amerika ketahuan menyelinap masuk ke rumahnya di Rangoon. Aksi nekat warga Amerika itu membuat Suu Kyi, yang seharusnya sudah bebas, terpaksa menjalani lagi 18 bulan kurungan rumah

    Suu Kyi ditahan pertama kali pada 1989. Saat itu, Kim berusia 11 tahun sedangkan anak tertuanya Alexander 16 tahun. Kedua anaknya kemudian dirawat oleh ayah mereka, Michael Aris di Inggris. Michael meninggal pada 1999 akibat kanker prostat pada usia 53 tahun. 

    Suu Kyi mengatakan selama ini dia mendapat dukungan yang luar biasa dari keluarganya. "Kedua anak saya sangat pengertian, mereka luar biasa baik dan memamahi saya selama ini," ujarnya. 

    GUARDIAN | PGR 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?