"Teriakan Ceria itu Menjadi Teriakan Menakutkan"  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Insiden Festival Air di Kamboja. Sebanyak 339 tewas salam insinden ini.

    Insiden Festival Air di Kamboja. Sebanyak 339 tewas salam insinden ini.

    TEMPO Interaktif, Phnom Penh -Petaka itu terjadi di atas sebuah jembatan. Di tengah gegap gempita festival air di Kamboja,  sebanyak 339 orang tewas akibat terinjak-injak, sebagian lagi tenggelam karena terjun dari jembatan pada kemarin malam. "Ini peristiwa paling mengerikan setelah rezim Pol Pot," kata Perdana Menteri Kamboja Hun Sen.  

    Salah seorang saksi mata, warga negara Australia, Sean Ngu yang tengah mengunjungi keluarganya di Phnom Penh melihat tragedi ini dari jarak 30 meter. "Ketika itu saya berada di taman, kira-kira 30 meter dari jembatan," kata Ngu. "Saya melihat orang-orang bersuka ria merayakan festival, tapi tiba-tiba teriakan ceria itu menjadi teriakan yang menakutkan." 

    Ngu melihat, terlalu banyak orang yang berada di jembatan itu. Mereka yang di tengah semakin terdesak. Sampai akhirnya, mereka yang berada di tengah terhimpit dan jatuh. Mereka yang jatuh, kata Ngu, terinjak-injak. Karena panik dan terdesak, lebih dari 50 orang lompat dari jembatan. 

    Sebagian lainnya, lanjut Ngu, mencoba memanjat jembatan dan menarik kabel listrik. Akibatnya, mereka kena setrum. Insiden ini pun semakin membuat panik. "Sangat kacau, tidak ada yang tahu apa yang harus diperbuat," kata Ngu. 

    Namun, kata Ngu, polisi dan tentara langsung datang. Begitu juga dengan beberapa ambulans. Bahkan Perdana Menteri dan istrinya juga datang ke lokasi kejadian.   

    Menurut pemerintah Kambija, sebanyak 339 orang meninggal dan 410 orang luka. Namun angka ini diperkirakan terus bertambah. Insiden ini terjadi di sebuah jembatan yang menghubungkan kota Phnom Penh dan pulau Berlian. Sebagian besar korban terjepit akibat berdesakkan, terinjak-injak  dan sebagian lagi tenggelam karena panik kemudian terjun dari jembatan. 

    Kepanikan terjadi usai konser di Pulau Berlian, ketika itu ribuan massa hendak menyaksikan balapan perahu di Sungai Tonle Sap yang merupakan acara utama salah satu festival paling populer di Kamboja. Aksi dorong mendorong terjadi di jembatan menuju Pulau Berlian. 

    "Tiba-tiba semua orang panik, orang-orang mulai lari dan terjun dari jembatan, semua berteriak," kata saksi mata bernama Kruon Hay. Kruon mengaku sempat terjatuh, beruntung dia ditarik oleh seseorang. 

    Menurut juru bicara pemerintah, Khieu Kanharith, belum jelas benar pemicu insiden ini. Namun beberapa saksi, kata dia, menyebutkan ada rumor yang menyebar dengan cepat bahwa jembatan tidak aman dan tidak stabil. Sehingga ribuan massa pun panik. 

    Dari laporan media lokal, korban tewas terus bertambah. Lebih dari 400 orang tewas. Dari jumlah itu, sebanyak 240 di antaranya perempuan. Diperkirakan 1.000 orang mengalami luka dalam tragedi ini. 

    BBC | XINHUA | POERNOMO GR 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.