Akibat Menteri Jepang Melawak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Kyodo News

    AP Photo/Kyodo News

    TEMPO Interaktif, Tokyo-Melucu tentu penting untuk menghilangkan stres. Tapi, kalau seorang pejabat negara hendak melawak, tentu ada tempatnya. Gara-gara melucu tak pada tempatnya itulah, Menteri Kehakiman Jepang Minoru Yanagida, 56 tahun, menyatakan mundur dari kabinet Perdana Menteri Naoto Kan, yang baru seumur jagung.

    "Ini murni kesalahan saya, mohon maaf yang sebesar-besarnya," kata Yanagida. Semua berawal dari komentar-komentarnya soal kiat dia saat menghadapi sidang di parlemen. "Jadi Menteri Kehakiman itu gampang," ujar senior di Partai Demokratik Jepang ini. "Cuma bilang saya tak bersedia mengomentari kasus-kasus yang bersifat khusus." 

    Gara-gara komentarnya itu, parlemen pun dibuat meradang. Parlemen makin sewot ketika Yanagida mengatakan, "Pemerintah bertindak berdasarkan undang-undang dan bukti." 

    Alhasil, parlemen mengancam tak mau membahas paket stimulus pemerintah sebesar US$ 61 miliar, kecuali Yanagida dipecat. Kalau untuk urusan sepele saja mundur, bagaimana yang serius. Di Indonesia? 

    DAILYMAIL | DRE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.