Pilot Tertidur, 158 Nyawa Melayang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Air India yang jatuh di Mangalore, India (22/5). AP

    Pesawat Air India yang jatuh di Mangalore, India (22/5). AP

    TEMPO Interaktif, New Delhi-Jika tak bisa menahan kantuk, sebaiknya jangan menjadi pilot. Gara-gara pilot tertidur, 158 nyawa penumpang Air India Express melayang saat kecelakaan pada Mei lalu. Hal ini diungkapkan kemarin oleh panitia investigasi kecelakaan pesawat Air India. 

    Seperti dikutip surat kabar Hindustan Times, sang pilot, Zlatko Glusica, tertidur hampir setengah perjalanan dan terbangun dalam kondisi kehilangan orientasi, tepat saat pesawat akan mendarat. Pilot berkewarganegaraan Serbia itu juga disebutkan bereaksi sangat lamban ketika membawa pesawat mendarat di Bandar Udara Mangalore.

    Air India Express terbang dari Dubai dan hendak menuju Mangalore di India Selatan. Tapi, saat tiba waktu mendarat, pesawat nahas itu menabrak sebuah puncak bukit dan kemudian terjatuh di dalam jurang. Kecelakaan ini membuat 158 penumpang tewas seketika dan hanya 8 orang selamat.

    Berdasarkan hasil investigasi rekaman data penerbangan dan rekaman suara kokpit yang ditemukan di lokasi kecelakaan, Glusica, yang memiliki 10.200 jam terbang, diketahui menderita sleep inertia setelah tidur sebentar dan kehilangan orientasi saat pesawat mulai turun. Karena itu, reaksi Glusica sangat lamban dan tidak mengikuti prosedur penerbangan standar saat mendarat. 

    Hasil investigasi ini belum diumumkan ke publik karena akan disampaikan lebih dulu kepada parlemen India.
     
    AP | SUNARIAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.