Mesin Penjual Ini Bisa Menawarkan Minuman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mesin minuman dengan memindai wajah ala JR East Water Business Co. Foto: fastcodesign.com

    Mesin minuman dengan memindai wajah ala JR East Water Business Co. Foto: fastcodesign.com

    TEMPO Interaktif, Tokyo - Sebuah perusahaan Jepang menciptakan mesin penjual yang menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk merekomendasikan minuman kepada pembeli atau pelanggannya. Setelah mesin buatan perusahaan JR East Water Business Co ini diluncurkan, penjualan meningkat tiga kali lipat dibanding mesin biasa yang tidak menggunakan teknologi semacam ini.

    Mesin-mesin penjual minuman tersebut menggunakan sensor untuk menentukan umur dan jenis kelamin pelanggan, dan memanfaatkan informasi itu untuk menawarkan atau memberi rekomendasi minuman yang cocok bagi pembeli. Menurut laporan The Sun, produk yang disarankan juga dapat berubah tergantung waktu dan cuaca.

    Seorang juru bicara perusahaan ini mengatakan, jika pelanggan adalah seorang pria, mesin kemungkinan akan merekomendasikan minum kopi kalengan. Karena laki-laki cenderung lebih menyukai ini. "Jika pelanggan berusia 50 tahunan, rekomendasi yang mungkin adalah teh hijau."

    Jika pembelinya adalah perempuan berusia 20 tahunan, mesin akan merekomendasikan minum teh atau produk yang sedikit manis, karena penelitian pasar telah menunjukkan bahwa mereka lebih menyukai jenis ini. "Kami pikir mesin ini akan lebih menyenangkan bagi pelanggan karena ada interaksi dengan mesin."

    Perusahaan tersebut sejauh ini telah menempatkan satu mesinnya di sebuah stasiun kereta api Tokyo. Tetapi telah direncanakan untuk menambah lima mesin lainnya, serta menempatkan mesin serupa di stasiun lainnya yang berada di pinggiran kota tahun depan.

    ANANOVA | HAYATI MAULANA NUR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.