Eks Bos Barcelona Gaet Bintang Porno untuk Galang Pemilih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joan Laporta. AP/David Ramos

    Joan Laporta. AP/David Ramos

    TEMPO Interaktif, Madrid - Mantan Presiden Barcelona Joan Laporta memulai karier politiknya dengan mendirikan partai baru yang akan bertarung dalam pemilihan legislatif di Catalania pada 28 November 2010. Untuk menarik suara pemilih, Laporta menggandeng bintang porno lokal Maria Lapiedra masuk ke partainya.

    Laporta mengawali manuver politiknya dengan mendirikan partai Catalan Solidarity for Independence yang mengusung isu pemisahan Catalan dari Spanyol. Laporta pun menggaet bintang porno paling terkenal di Barcelona, Maria Lapiedra, untuk masuk ke partainya.

    Target politik Laporta adalah membawa Catalonia memisahkan diri dari Spanyol dan membentuk negara independen yang baru. "Sudah waktunya kami mendapatkan kemerdekaan dan mengelola sendiri sumber daya alam kami," ujar pria berusia 48 tahun yang pernah menjadi pengacara tersebut.

    Laporta mulai berkampanye sejak pekan lalu. Ia pun membawa Lapiedra dalam kampanyenya. Namun, tampilnya Lapiedra memicu kontroversi. 

    Sebagian orang meragukan komitmen Lapiedra terhadap kemerdekaan Catalan. Sebab, Lapiedra mendukung tim nasional Spanyol pada Piala Dunia 2010 lalu. Padahal, kelompok separatis Catalan menolak mendukung tim nasional Spanyol. Pasalnya, mereka ingin Catalonia memiliki tim nasional sendiri.

    Lapiedra pun sempat tampil bugil dengan cat warna bendera Spanyol. Penampilan tersebut terekam dalam video yang menganjurkan warga mendukung tim Matador Spanyol.

    "Saya tidak mengerti dengan semua kehebohan ini," ujar Lapiedra menanggapi kontroversi mengenai dirinya. "Yang saya lakukan hanyalah mengganti partai."

    Laporta bakal memanfaatkan sentimen di kalangan warga Catalan yang marah karena Mahkamah Konstitusi Spanyol pada Juni lalu memutuskan menutup kemungkinan munculnya peraturan baru mengenai otonomi regional. "Jalan menuju otonomi regional telah tertutup oleh Mahkamah Konstitusi," ujar Laporta.

    Keputusan Mahkamah Konstitusi tersebut memicu demonstrasi di seantero Catalonia pada musim panas lalu. Akibatnya, mulai mencuat keinginan sebagian besar warga Catalan untuk memisahkan diri dari Spanyol. Keinginan tersebut tecermin dari berbagai hasil jajak pendapat.

    Jajak pendapat juga menyiratkan pemilihan pada 28 November nanti akan menumbangkan koalisi pimpinan kelompok sosialis yang saat ini berkuasa di kawasan tersebut. Beberapa jajak pendapat memprediksi partai pimpinan Laporta akan mendapat satu kursi.

    THE GUARDIAN| KODRAT SETIAWAN  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.