Panglima Inggris: Al-Qaidah Tidak Dapat Dikalahkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Pemimpin Tertinggi Al-Qaidah Ayman al-Zawahiri. Foto: eramuslim.com

    Wakil Pemimpin Tertinggi Al-Qaidah Ayman al-Zawahiri. Foto: eramuslim.com

    TEMPO Interaktif, London-Panglima Angkatan Bersenjata Inggris Jenderal Sir David Richards melontarkan pernyataan mengejutkan. Menurutnya, Al-Qaidah, organisasi yang dicap teroris oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak dapat dikalahkan.

    "Mengalahkan militan Islam tidak perlu dan tidak bisa dicapai," ujar Richards kepada Sunday Telegraph, Ahad (14/11). Dia mengatakan tentara dan pemerintah Inggris telah bersalah akibat tidak menyadari resiko terjun di medan perang Afganistan. "Rakyat Afganistan mulai membuat pasukan NATO letih," kata jenderal 58 tahun ini.

    Dalam perang konvensional, dia melanjutkan, kemenangan diraih dengan simbol yang jelas: parade pemenang di Ibu Kota negara yang kalah. "Hal itu tidak bisa dicapai di Afganistan," kata Richards. Namun dia yakin kemenangan bisa diraih dengan parameter keamanan anak-cucu mereka.

    Menurutnya senjata utama untuk menghancurkan Al-Qaidah adalah lewat pendidikan dan demokrasi. "Namun masalah yang memicu Islam militan itu tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat," katanya.

    Sejak mendarat bersama Amerika Serikat di Bumi Khurasan sembilan tahun lalu, Inggris telah kehilangan 343 pasukannya. Richards meminta pasukannya untuk tidak menyerah. 

    Angkatan Bersenjata Inggris, dia melanjutkan, tidak akan memaksa pasukan yang cacat akibat perang untuk meninggalkan kedinasan. Namun mengakui banyak diantara mereka yang ingin hengkang.

    Meski banyak yang ingin mundur, Putra Mahkota Kerajaan Inggris Pangeran William malah ingin mengabdi di Afganistan. Sang Jenderal menolak permintaan itu. "Tapi adiknya bisa," katanya. Pangeran Harry yang cakap menerbangkan Helikopter Apache bisa bertugas di garis depan di Propinsi Helmand.

    TELEGRAPH | REZA M
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.