Aung San Suu Kyi Kalah Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aung San Suu Kyi. AP/Khin Maung Win

    Aung San Suu Kyi. AP/Khin Maung Win

    TEMPO Interaktif, Yangon-Pejuang Demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi menelan kekalahan di pengadilan banding khusus. Pengadilan ini menetapkan hukuman yang sama atas putusan yang lalu. 

    Sebelumnya, Suu Kyi dihukum 18 bulan karena melanggar hukum setelah menyusupkan warga Amerika Serikat John Yetaw yang berenang ke rumahnya Mei tahun lalu. 

    "Pengadilan menolak banding kami," kata pengacara Suu Kyi, Nyan Win kepada kantor berita AP pada Kamis (11/11). "Putusan ini  membuktikan sistem hukum di negara ini," lanjut Nya Win. 

    Suu Kyi telah menjalani hukuman sebagai tahanan politik sejak tahun 1990, setelah kemenangannya dalam pemilihan umum demokratis yang tidak diakui oleh junta militer. Mulanya ia ditahan di penjara Insein, Yangoon, namun sejak 1996 dibebaskan menjadi status tahanan rumah hingga sekarang. 

    Seharusnya ia bebas pada bulan Mei lalu, namun statusnya diperpanjang karena dianggap melanggar aturan tahanan rumah, atas kasus masuknya seorang warga Amerika Serikat, John William Yettaw, ke dalam rumahnya tanpa diundang. 

    Atas kasus ini Suu Kyi mendapat perpanjangan tahanan rumah lagi, dan Yettaw mendapat tujuh tahun hukuman penjara, namun Yettaw kemudian dibebaskan dua pekan lalu atas lobi pemerintah Amerika Serikat.

    Namun pemerintah Myanmar berjanji membebaskan Suu Kyi pada 13 November. Anak bungsu Suu Kyi juga telah mendapat visa ke Myanmar. Selama 10 tahun, Kim Aris, anak Suu Kyi tidak bertemu ibunya. Dia menetap di Inggris. 

    Nyan Win yakin, Suu Kyi dibebaskan Sabtu besok. "Tidak dasar hukum yang bisa memperpanjang lagi masa penahanannya," kata Nyan Win.  
     
    AP | POERNOMO GR 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.