Al-Qaidah Incar Warga Amerika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Pemimpin Tertinggi Al-Qaidah Ayman al-Zawahiri. Foto: eramuslim.com

    Wakil Pemimpin Tertinggi Al-Qaidah Ayman al-Zawahiri. Foto: eramuslim.com

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Presiden Amerika Serikat Barack Obama kemarin menyinggung isu terorisme dalam pidato yang disampaikan kepada sekitar 6.000 hadirin di Balairung Universitas Indonesia, Depok, yang juga dihadiri Tempo. "Kita semua harus mengalahkan Al-Qaidah dan pengikutnya," ujarnya. "(Terorisme) tak ada hubungannya dengan agama apa pun di dunia, termasuk Islam." 

    Hal itu dikatakan Obama bertepatan dengan rekaman khotbah Anwar al-Awlaki, 39 tahun, orang yang dituduh Dinas Intelijen Amerika Serikat (CIA) sebagai pemimpin Jaringan Al-Qaidah Jazirah Arab (AQAP). Dalam rekaman itu, seperti kata CIA, Awlaki menyeru kepada umat Islam di dunia untuk membunuh tentara Amerika dan tak terkecuali warga negeri adidaya itu. 

    "Satu-satunya cara umat Islam melindungi dirinya dari ancaman orang kafir," kata Awlaki, "adalah dengan mendukung mujahidin." Menurut dia, memerangi "setan" tak butuh konsultasi atau berdoa memohon petunjuk Allah. "Tak perlu bertanya kepada siapa pun dalam membunuh orang Amerika," ujarnya. 

    Adapun Obama mewanti-wanti bahwa memberantas terorisme bukan tugas Amerika Serikat seorang diri. "Tetapi juga Indonesia, yang dalam perkembangannya berperang melawan teroris, sampai ke akarnya," ujarnya. Sebab, "Banyak orang tak bersalah di Indonesia, Amerika Serikat, dan belahan negara lainnya yang menjadi sasaran."

    Obama menegaskan, Amerika Serikat tidak sedang berperang melawan Islam. Karena itu, kata dia, di Afganistan, pihaknya terus melanjutkan koalisi negara untuk membangun kapasitas pemerintahan Afgan bagi masa depannya. "Kami ingin menyediakan kedamaian dan kenyamanan bagi korban ekstremis dan harapan bagi rakyat Afgan," katanya.

    Ia juga menyebutkan komitmen Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Irak dengan menarik sebanyak 100 ribu tentara Amerika dari negeri itu. Menurut Obama, rakyat Irak telah mampu mengemban tanggung jawab dalam bidang keamanan. Tapi, "Kami akan terus mendukung Irak dan membawa pulang semua pasukan," katanya.

    Di Timur Tengah, Obama mengaku tetap mendorong upaya perdamaian. Ia menyebutkan upaya perundingan langsung antara Palestina dan Israel, yang dimotori Amerika Serikat di Washington, awal September lalu. "Sebagaimana keinginan dua pihak," ujarnya, "antara Israel dan Palestina untuk hidup berdampingan dalam keamanan dan damai."
     
    AP | USATODAY | ANDREE | MARTHA WARTA SILABAN 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.