Pakistan Kecewa Pada Obama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pervez Musharraf. AP/Rick Bowmer

    Pervez Musharraf. AP/Rick Bowmer

    TEMPO Interaktif, Duta Besar Pakistan di Amerika Serikat, Hussain Haqqani, kemarin mengungkapkan harapannya bahwa Presiden Amerika Serikat Barack Obama bersedia melawat ke Pakistan, sekutunya dalam perang melawan Taliban di Pakistan. "Pakistan menunggu kehadiran Presiden Obama pada 2011," ujarnya. 

    Ia juga berharap lawatan Obama ke India bisa meredakan ketegangan hubungan Islamabad dan New Delhi serta kawasan. Sebelumnya, bekas Presiden Pakistan Pervez Musharraf mengungkapkan kekecewaannya terhadap Obama lantaran tak singgah di negerinya di sisi kunjungan perdananya ke India. "Tentu saja saya kecewa," katanya kepada televisi MSNBC. 

    Musharraf juga mengecam Obama karena tak membahas soal Kashmir, wilayah di Himalaya yang disengketakan Pakistan dan India. "Mereka menganggapnya Amerika Serikat atau Presiden Amerika Serikat tak peduli mengenai kepentingan dan kepekaan Pakistan sendiri," katanya.

    Obama telah mengundang Presiden Pakistan Asif Ali Zardari untuk kunjungan ke Washington, sebelum melawat ke India. Di sana ia berjanji akan mengunjungi Pakistan tahun depan. Washington juga telah berusaha meredam sentimen anti-Amerika Serikat di Pakistan dengan menyetujui paket bantuan US$ 7,5 miliar ke Islamabad. 

    Duit itu ditujukan untuk pembangunan sekolah, prasarana, dan lembaga demokrasi. Pada Oktober, pemerintah Obama juga mengusulkan tambahan US$ 2 miliar untuk bantuan militer, yang menimbulkan kecurigaan di India, yang juga seperti Pakistan memiliki senjata nuklir. Adapun Menteri Luar Negeri Shah Mahmud Quraisy menyatakan Pakistan siap berunding dengan India."Kami mengutuk terorisme," ujarnya, memperkuat pernyataan Obama, yang meminta agar, dalam berunding dengan Pakistan, India mengesampingkan isu-isu kontroversial. 

    Maklumlah, serangan ke Mumbai pada 2008 diduga dilancarkan oleh kelompok radikal Islam, Laskhar-e-Toyiba, yang bermukim di wilayah Pakistan. 

    DAWN | IANS | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.