Dunia Waspadai Bom Parsel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angela Merkel. REUTERS/Ralph Orlowski

    Angela Merkel. REUTERS/Ralph Orlowski

    TEMPO Interaktif, Berlin-Lampu mesin pemindai itu tak lelah berkedip disertai jeritan. Tanpa berpikir panjang, petugas di kantor Kanselir Jerman Angela Merkel pun segera mengontak tim penjinak bom. Benar saja, di dalam kardus karton cokelat yang dikirim dari kantor Departemen Ekonomi, Jalan Nikis 57, Syntagma, Yunani, itu tak cuma berisi buku-buku, tapi juga bom berbahan peledak yang sulit dideteksi, PETN.

    Selasa lalu, kantor Kanselir Jerman Angela Merkel di Berlin pun sontak heboh. Beruntung prosedur pemeriksaan di kantor pemerintah amat ketat, sehingga paket tidak sempat dibuka sendiri oleh Merkel. Lebih beruntung lagi karena pada hari itu Merkel sedang melawat ke Brussel, Belgia. Namun, sejak kejadian itu, pemerintah Jerman menggelar pemeriksaan superketat terhadap paket-paket yang tiba di bandaranya.

    "Dugaan sementara, pelakunya kelompok ekstremis kiri Komplotan Sel Api," kata 
    Kepala Polisi Kriminal Jerman Joerg Ziercke kepada Tempo. Komplotan ini terdiri atas para pemuda berumur 21-30 tahun. Komplotan ini pula yang diduga mengirim paket ke Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi. Beruntung bom itu meledak setibanya di Bandara Bologna pada Rabu lalu. Bom itu diangkut pesawat kargo TNT dari Athena, Yunani.

    Polisi bandara Yunani, yang bekerja 48 jam memeriksa lebih dari 1.000 paket, menemukan 11 paket bom lagi, yang ditujukan ke berbagai kantor perwakilan asing di Yunani dan negara-negara Eropa lainnya. Paket berisi bom juga ditemukan polisi bandara Yunani di dalam pesawat menuju Paris, Prancis. Paket itu ditujukan kepada Presiden Prancis Nicolas Sarkozy serta kantor Pengadilan Tinggi Uni Eropa dan kantor polisi Eropa, Europol, di Luksemburg.

    Lima paket lainnya sudah terkirim ke Kedutaan Besar Cile, Swiss, Belanda, Jerman, dan Rusia. Di Kedutaan Besar Swiss, paket dilempar ke luar dan meledak di halaman. Inggris juga menemukan dua paket bom dari Yaman, yang salah satunya ditujukan ke sinagoge Yahudi di Chicago, Amerika Serikat. "Paket bom yang sampai ke Jerman adalah rangkaian serial kiriman paket lainnya di Eropa," kata Perdana Menteri Yunani Georgious Papandreou.

    Polisi Yunani mengaku sudah menahan dua dari lima pemuda yang dicurigai terlibat dalam komplotan itu. Mereka yang ditahan adalah Panayotis A., 22 tahun, dan Gerassimos T., 24 tahun, yang merangkai paket-paket bom itu. Ketika digerebek, seorang di antaranya mengenakan jaket antipeluru dan lainnya bersenjatakan pistol. Namun intelijen Barat punya tersangka lain: Al-Qaidah Jazirah Arab yang bermarkas di Yaman.

    "Al-Qaidah masih berstatus perang dengan Amerika Serikat dan Barat," ujar Deputi Penasihat Keamanan Nasional John Brennan. Telunjuk mengarah ke Anwar Al-Maliki dan Ibrahim Hassan Al-Asiri, otak pelbagai serangan bom dan pentolan Al-Qaidah Jazirah Arab. "Kelompok teroris ini selalu berusaha mencari celah sistem keamanan dan menghancurkannya." 

    Karena itu, kemarin ahli-ahli keamanan penerbangan di Amerika Serikat dan Eropa bertemu untuk mengantisipasi celah dalam sistem pengawasan guna mengantisipasi parsel-parsel berisi bom yang berasal dari Yaman dan Yunani. Maklum saja, ada 26 juta ton kargo tahun lalu yang dikirim ke pelbagai belahan dunia via perusahaan kargo, seperti FedEx, UPS, atau TNT. "Eropa mesti bekerja sama melawan terorisme," kata Kanselir Merkel. 

    AP | REUTERS | ANDREE PRIYANTO | SRI PUDYASTUTI (BERLIN)






     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.