Pendiri Wikileaks Cari Suaka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julian Assange. AP/Keystone, Martial Trezzini

    Julian Assange. AP/Keystone, Martial Trezzini

    TEMPO Interaktif, Setelah berhasil mengguncang Pentagon, pendiri situs Wikileaks, Julian Assange, kemarin mengatakan akan pindah ke Swiss. Langkah ini dilakukan dengan alasan agar ia dapat mengoperasikan situsnya dengan aman di negara tersebut.

    "Saya mempertimbangkan mencari suaka," kata Assange kepada stasiun televisi Swiss, TSR, saat berada di Jenewa. Di kota ini dia hadir untuk menjadi saksi dalam acara peninjauan ulang catatan hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diselenggarakan Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

    Assange, yang saat ini menetap di Amerika Serikat, tak ingin berlama-lama di Negeri Abang Sam itu karena merasa keselamatannya terancam. Ini gara-gara ulahnya yang membuat marah Pentagon karena mempublikasikan 500 ribu dokumen rahasia milik Pentagon tentang perang di Afganistan dan Irak. Sebelumnya, ia dipanggil pejabat Washington untuk membahas penyalahgunaan wewenang oleh tentara Amerika di Irak dan Afganistan serta menghentikan publikasi dokumen.

    Bukannya gentar, kepada lebih dari 100 jurnalis di Swiss Press Club, di Jenewa, Assange, yang dikelilingi bodyguard, malah mengungkapkan rencananya untuk merilis ribuan dokumen lainnya tahun ini yang berkaitan dengan perang di Afganistan, serta dokumen yang berkaitan dengan Rusia dan negara-negara Eropa lainnya. Dia mengatakan lembaganya masih menyimpan 15 ribu dokumen menyangkut hal itu.

    Oktober lalu, Wikileaks mempublikasikan 400 ribu dokumen, antara lain berisi laporan penyiksaan dan pemerkosaan oleh tentara Amerika di Irak. Enam bulan sebelumnya, yayasan itu juga mempublikasikan 90 ribu dokumen yang sama yang berkaitan dengan perang di Afganistan.

    Tapi keberaniannya sebagai peniup peluit kebobrokan tentara Amerika dalam perang Irak dan Afganistan memicu timbulnya masalah baru, khususnya menyangkut keamanannya. Untuk urusan ini, dia mengaku timnya baru-baru ini menggunakan 70 persen anggaran untuk keamanan.

    Sebelumnya, dia juga pernah mengajukan izin tinggal dan kerja di Swedia. Assange berniat tinggal di Swedia karena berharap bisa menikmati undang-undang perlindungan jurnalis yang diberlakukan ketat di Swedia. Namun permintaan itu ditolak gara-gara saat ini dia tengah menghadapi tuduhan perkosaan, tuduhan yang dibantahnya. 

    REUTERS | ONE INDIA | GENEVALUNCH | SUNARIAH

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.