Obama Akui Kekecewaan Rakyat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barack Obama. AP/Susan Walsh

    Barack Obama. AP/Susan Walsh

    TEMPO Interaktif, Paris-Di sebagian besar Eropa, tempat Presiden Amerika Serikat Barack Obama masih cukup populer, sejumlah orang menganggap keberhasilan Partai Demokrat mempertahankan kursi di Senat dalam pemilihan umum sela kemarin sebagai sebuah anugerah. "Warga Eropa prihatin melihat betapa ringkihnya Amerika kini, Amerika yang unilateral, tidak menyeluruh," ujar konsultan senior French Institute for International Relations, Dominique Moisi.

    Moisi mengklaim bahwa di Berlin, Paris, dan London para penyokong gerakan Tea Party, yang membantu membawa Partai Republik menguasai Dewan Perwakilan Rakyat, kini dibayang-bayangi kecemasan akan kemungkinan Amerika Serikat dikuasai kelompok konservatif yang agresif. "Agaknya kejayaan Obama sudah berakhir," ujar Moisi. Maklumlah, pada saat kampanye dan terpilih pada 2008, Obama begitu dielu-elukan di dunia. 

    Media Jerman, Der Spiegel, semisal, menurunkan headline "Kegagalan Pemilu: Sebuah Rekening Kegagalan Tuan Sempurna". Presiden Obama kepada pers mengakui bahwa partainya menderita kekalahan besar. "Kekalahan Partai Demokrat mencerminkan kekecewaan mendalam atas keadaan ekonomi yang buruk," ujarnya di Gedung Putih. "Saya bertanggung jawab sepenuhnya." 

    Karena itu, kata Obama, rakyat Amerika Serikat menginginkan reformasi atas kinerja Washington serta ingin menyaksikan pemerintahan yang lebih transparan dan terbuka. "Hal terberat yang saya hadapi dalam pemilihan ini adalah melihat kenyataan bahwa banyak anggota Kongres kami yang melayani masyarakat secara baik mesti tersingkir," ujarnya. Maklumlah, kekalahan ini merongrong keleluasaan Demokrat untuk meloloskan rancangan undang-undang di Kongres.

    Dalam opininya, media Inggris, The Independent, menulis, "Sebuah pemerintahan yang terbelah akan menjadi ancaman bagi Revolusi Obama yang menyebar ke seluruh dunia begitu cepat." Menurut peneliti dari Institute for International and Strategic Relations in Paris, Karim Emile Bitar, kebanyakan orang di Eropa melihat Obama sebagai sosok yang kurang begitu tegas. 

    "Tapi secara keseluruhan mereka menganggap Obama cukup berhasil dalam melaksanakan tugasnya dengan baik dalam dua tahun terakhir masa pemerintahannya," kata Bitar. "Mengingat dia tak memiliki tongkat ajaib dan mewarisi bencana warisan Bush-Cheney." 

    AP | REUTERS | CSMONITOR | ANDREE PRIYANTO 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.