Pemimpin Serbia Meminta Maaf Kepada Kroasia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Serbia Boris Tadic. AP/Marko Drobnjakovic

    Presiden Serbia Boris Tadic. AP/Marko Drobnjakovic

    TEMPO Interaktif, Vukovar -Presiden Serbia Boris Tadic, hari ini meminta maaf atas kekejaman yang dilakukan oleh Serbia di Kroasia dalam tahun 1990-an dalam upaya untuk mempromosikan rekonsiliasi etnis di Balkan dan meningkatkan prospek Serbia di Uni Eropa.

    Tadic, seorang reformis yang sudah menyatakan penyesalan atas semua penderitaan yang disebabkan oleh Serbia selama periode berdarah pecahnya komunis Yugoslavia, melakukan kunjungan bersejarah ke Vukovar. Kota ditepi sungai Danube yang dihancurkan oleh tentara Yugoslavia dan milisi yang dipimpin Serbia.

    Dia dan Presiden Kroasia Ivo Josipovic, meletakkan karangan bunga di Ovcara, sebuah kuburan massal lebih dari 200 pasien rumah sakit yang dieksekusi setelah tentara Yugoslav dan milisi Serbia mencaplok Vukovar pada November 1991, setelah terjadi pengepungan brutal selama tiga bulan.

    “Saya disini untuk menghormati para korban, menyatakan kata-kata maaf, menunjukkan penyesalan dan menciptakan sebuah kemungkinan untuk Serbia dan Kroasia membuka suatu lembaran baru,” ujar Tadic hari ini dengan khidmat setelah meletakkan karagan bunga bertanda “bagi para korban yang tidak bersalah”.

    “Anak-anak kita tidak boleh dihantui oleh kebijakan-kebijakan 1990-an. Serbia ingin membangun hubungan tetangga yang baik dan kerjasama,” imbuh Tadic, pejabat senior Serbia yang pertamakali melawat ke Vukovar. Hal itu diucapkannya setelah menyalakan sebuah lilin di memorial di kota yang diemblemi perang yang melukai warga Kroasia.

    Reuters | dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.