Mesin Pesawat Qantas yang Mendarat di Changi Terbakar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Wong Maye-E

    AP/Wong Maye-E

    TEMPO Interaktif, Singapura -Pesawat Qantas A380 yang mendarat darurat di Banda Udara Internasional Changi, Singapura terbakar di bagian bawah dan sayap kiri  pesawat. Ketika mendarat sebanyak enam mobil pemadam kebakaran langsung mengelilingi pesawat tersebut. 

    "Saya bisa melihat asap dari pesawat itu," kata salah seorang reporter yang dikutip dari laman Sydney Morning Herald. Menurut reporter tersebut para petugas pemadam kebakaran langsung menyemprot dengan cairan berwarna kecoklatan ke arah pesawat. Menurut reporter tersebut, salah satu mesin pesawat yang terletak di sayap kiri terbakar. 

    Juru bicara Qantas mengatakan pesawat itu berasal dari London lalu ke Singapura dan akan bertolak ke Sydney. Pesawat superjumbo tersebut berisi 433 penumpang. Belum ada laporan lebih lanjut apakah ada penumpang yang mengalami cedera. 

    Pesawat Qantas dengan nomor penerbangan QF32 yang mengalami gagal mesin terpaksa kembali ke bandar udara Changi, Singapura. Juru bicara Qantas memastikan pesawat Qantas tidak meledak di udara. Pesawat tersebut hanya mengalami kerusakan mesin. 

    Pesawat Qantas A380 dari Singapura menuju Australia itu kembali mendarat darurat di Changi setelah satu dari empat mesinnya rusak dan diduga jatuh dan serpihannya berceceran di kawasan industri di Batam. 

    Rumor meledaknya pesawat beredar cepat melalui situs mikroblogging Twitter, menurut juru bicara Qantas berita itu sama sekali tidak akurat. 

    Direktur Jenderal Hubungan Udara Kementrian Perhubungan, Herry Bakti, memastikan bahwa serpihan pesawat yang tercecer di kawasan Batam Center adalah mesin pesawat Qantas, maskapai penerbangan Australia.  
     
    SYDNEY MORNING HERALD | POERNOMO GR | ANTON SEPTIAN  
     
    Baca  Berita Terpopuler Lainnya:
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.