Burung Hantu Lenyap, India Salahkan Harry Potter

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harry Potter (telegraph.co.uk)

    Harry Potter (telegraph.co.uk)

    TEMPO Interaktif, Harry Potter dijadikan kambing hitam atas bekurangnya jumlah burung hantu liar di India. Menurut Menteri Lingkungan Hidup Jairam Ramesh gara-gara Harry Potter banyak orang di India yang membeli burung hantu lewat perdagangan gelap. Akibatnya, burung hantu yang hidup liar pun diburu.

    "Banyak orang-orang kelas menengah atas memberi hadiah anak mereka burung hantu," kata Ramesh kepada BBC seperti dikutip dari laman Telegraph, Rabu (3/11). 

    Harry Potter, tokoh rekaan JK Rowling. Potter memiliki kekuatan sihir. Harry Potter adalah penyihir berdarah-campuran, ibunya Lily Evans adalah kelahiran muggle dan ayahnya James Potter adalah penyihir berdarah-murni, kedua orang tuanya telah meninggal karena dibunuh oleh Lord Voldemort ketika Harry masih bayi.

    Sejak saat kejadian itu, ia tinggal bersama Keluarga Dursley, yang tidak lain adalah keluarga kakak ibunya, Petunia Evans, suaminya Vernon Dursley dan Anaknya yang bernama Dudley Dursley. Potter kemudian sekolah di Hogwarts, sekolah penyihir. Di sana dia diberi burung hantu bernama Hedwig oleh Hagrid. Burung hantu di Hogwarts dipergunakan oleh penyihir sebagai kurir penyampai surat dan barang kiriman. 

    Sebuah laporan kelompok pencinta lingkungan, Traffic menyarankan pemerintah India melindungi burung hantu dari Diwali, festival keagamaan di India yang akan berlangsung. Ribuan burung hantu akan dikorbankan pada acara keagamaan itu. Penulis laporan itu, Abrar Ahmed burung hantu di India terancam punah karena masih terus diburu untuk praktek ilmu hitan, pengobatan. 

    Penerbit Harry Potter, Bloomsbury menolak untuk berkomentar atas laporan BBC ini. 

    POERNOMO GR 
     
    Baca Berita Lainnya:
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Keunggulan Bahan Bakar Campuran Biodiesel B30 Saat Uji Coba

    Biodiesel B30 akan diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Desember 2019. Ini hasil B30 yang berbahan solar campur minyak kelapa sawit.