Jerman Larang Penerbangan Penumpang dari Yaman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Tegel, Berlin, Jerman. AP/Michael Sohn

    Bandara Tegel, Berlin, Jerman. AP/Michael Sohn

    TEMPO Interaktif, Berlin -Jerman hari ini telah memperluas larangan angkutan udara dari Yaman hingga untuk penerbangan penumpang. Demikian seorang juru bicara Kementrian Transportasi, Senin (1/11) setelah paket-paket bom dikirimkan di negara yang ditemukan di penerbangan kargo terkait ke Amerika Serikat.

    Juru bicara itu menjelaskan dalam sebuah brifing reguler pemerintah bahwa Jerman telah meningkatkan langkah-langkah darurat ketika menjadi jelas bahwa salah satu bom dari rute kota di barat Jerman, Cologne.

    Sejauh ini Jerman adalah negara pertama yang mengumumkan pelarangan semua penerbangan dari Yaman. “Semua maskapai Yaman yang terbang ke Jerman telah menerima pemberitahuan pelarangan penerbangan (ke Jerman),” kata juru bicara tersebut. “Otoritas udara Jerman telah memerintahkn untuk mengubah semua penerbangan langsung dan tidak langsung dari Yaman. Itu artinya bahwa untuk saat ini, mereka bakal tak boleh terbang atau memasuki teritori udara Jerman.”

    Sebelumnya, Sabtu pekan lalu pemerintah Jerman melarang semua kargo dari Yaman selamanya. Seorang juru bicara pemerintah kemarin bilang bahwa Berlin kini mempertimbangkan melarang penerbangan dari negara-negara lain di etngah peninjauan keamanan utama penerbangan.

    Juru bicara pemerintah Steffen Seibert kepada wartawan menyebut bahwa Jerman akan bekerja sama dengan negara-engara Eropa dan otoritas Amerika Serikat untuk berkoordinasi langkah-langkah lebih jauh untuk melindungi lalu-linas udara. “(Lalu lintas barang) lebih sulit dikontrol ketimbangan penerbangan penumpang karena itu bisa mendorong sebuah dunia dagang melambat,” demikian Seibert di Berlin.

    Channelnewsasia | dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.