Pria Australia Yang Dideportasi Terkait Teroris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rami Hans Harman (kiri), Abdullah al-Rawi, dan Badr Ahmad Rashid. AP

    Rami Hans Harman (kiri), Abdullah al-Rawi, dan Badr Ahmad Rashid. AP

    TEMPO Interaktif, Sydney -Seorang pria warganegara Australia yang dideportasi dari Malaysia ternyata bergaul dengan orang-orang asing yang dekat dengan jejaring al Qaidah dan memiliki seorang saudara laki-laki yang dihukum karena melakukan serangan teror utama.

    Harian The Australian edisi hari ini bilang bahwa pria itu, yang tak diberi nama karena alasan hukum, merupakan satu dari sekian warga yang gemar melakukan perjalanan ke luar negeri, termasuk Yaman, untuk “kepentingan-kepentingan terkait terorisme”.

    Disebutkan bahwa pria itu telah dideportasi setelah ditangkap oleh pejabat Malaysia pada Oktober 2009 dan bahwa agen mata-mata Australia Asio telah memintan paspornya dibatalkan karena alasan-alasan keamanan.

    Harian itu juga menyebut belum jelas apa yang akan diduga telah dilakukan di Malaysia, tapi bahwa seorang sumber terkait ke investigasi menyatakan dia telah bertemu dengan sekelompok kecil orang asing di Kuala Lumpur diyakini punya kaitan ke al-Qaidah.

    “Dia bergaul di sana dengan sejumlah pria al-Qaidah...mereka ingin berkontak satu sama lain,” ujar sang sumber kepada The Australian. Ditambahkan kelompok itu terdiri dua oran Yaman, seorang Denmark, seorang Inggris dan seorang warga Amerika Serikat. “Mereka ingin menggalang kekuatan lagi di Kuala Lumpur.”

    The Straits Times | dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.