Israel Siksa Para Tahanan Palestina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pendukung Hamas menggunakan topeng bergambar Benjamin Netanyahu saat unjuk rasa terkait nasib tahanan Palestina di penjara Israel, di kamp Jebaliya, perbatasan Gaza utara (16/4). AP Photo/Bernat Armangue

    Seorang pendukung Hamas menggunakan topeng bergambar Benjamin Netanyahu saat unjuk rasa terkait nasib tahanan Palestina di penjara Israel, di kamp Jebaliya, perbatasan Gaza utara (16/4). AP Photo/Bernat Armangue

    TEMPO Interaktif, Yerusalem -Pasukan keamanan Israel telah melanggar hak-hak asasi manusia para tahanan Palestina. Demikian dilaporkan dua lembaga pembela HAM Israel yang dilansir hari ini di Yerusalem.

    Laporan itu menyebut warga Palestina ditahan di sel sempit, kotor, diantaranya tanpa jendela dan pencahayaan yang mengganggu tidur. Dikatkan para agen keamanan mengikat para tahanan ke kursi-kursi selama interogasi yang berlangsung lama dan kadang-kadang menghina, ancaman atau memukul mereka -prosedur-prosedur yang melanggar hukum Israel sendiri.

    Laporan itu berdasarkan kesaksian dari 121 orang Palestina yang ditahan di sebuah pusat penahanan di kota Petah Tikva, Israel pada 2009. Penyusunnya, grup Israel, yakni B'Tselem, dan Hamoked, menyebutkan di fasilitas di sana “kejam, tak manusiawi dan perawatan minim, dan dalam beberapa contoh, penyiksaan”.

    Para tahanan yang diciduk di Tepi Barat dalam tudingan terkait keamanan dan ditahan di fasilitas selama sepekan hingga dua bulan. Mereka menyatakan para tahanan dipenjara di sel-sel sempit, beberapa dengan toilet jongkok kotor dan selimut lecek. Selain itu juga ditulis bahwa udara panas atau dingin dipompakan ke sel-sel mereka. Banyak diantara mereka juga mengalami gangguan susah tidur.

    AP | dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.