Jepang Panggil Utusan ke Moskow Terkait Sengketa Pulau  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dmitry Medvedev. AP/RIA Novosti Kremlin, Mikhail Klimentyev

    Dmitry Medvedev. AP/RIA Novosti Kremlin, Mikhail Klimentyev

    TEMPO Interaktif, Tokyo -
    Pemerintah Jepang hari ini memanggil untuk sementara duta besarnya di Moskow untuk mendengar penjelasan tentang sengketa kepulauan yang menimbulkan kegeraman dalam hubungan dengan Rusia.

    Perdana Menteri Jepang Naoto Kan, yang tengah berjuang menghadapi parlemen yang terbelah dan suatu ekonomi yang rapuh dan kini terancam dipecat karena apa yang disebut para pengkritik sebagai kesalahan penanganan persoalan serupa dengan Cina, mendapat sebuah problem baru kemarin ketika Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengunjungi satu dari empat pulau yang diklaim kedua negara. Cina mengatakan kepada Amerika Serikat hari ini untuk mengakhiri kisruh dengan Jepang, dengan menyebut itu menganggu suatu hubungan bilateral.

    Penambahan problem diplomatik yang memusingkan kepala Kan, Medvedev kemarin mengunjungi pulau yang disengketakan oleh Mosko dan Tokyo, memicu ketegangan dengan Jepang yang menuntut mereka dikembalikan.

    Tetapi para pemimpin dari Jepang dan Rusia akan menggelar pembicaraan pada sebuah KTT APEC yang dijadwalkan 13-14 November mendatang. Demikian disebutkan seorang juru bicara pemerintah Jepang, yang menambahkan bahwa Tokyo sedang mempertimbangkan apakah langkah-langkah apa yang mungkin bisa diambils setelah pengajuan satu protes kepada utusan Rusia ke Tokyo kemarin.

    Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Senin (1/11) memnyebut reaksi Jepang “tak bisa diterima”, tapi juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, P.J. Crowley lebih berat mendukung pihak Jepang.

    Reuters | dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?