Cina Gelar Sensus Nasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Eugene Hoshiko

    AP/Eugene Hoshiko

    TEMPO Interaktif, Beijing -Cina kemarin mulai menggelar sensus nasional yang pertama dalam 10 tahun terakhir. Untuk keperluan sensus, pemerintah Cina menerjunkan enam juta petugas yang mendata penduduk dari rumah ke rumah.

    Dalam 10 tahun terakhir, Cina memang mengalami perubahan penduduk besar-besaran, yang bahkan menjadikan negara itu sebagai negara dengan penduduk terpadat di dunia. 

    Sensus akan digelar selama sembilan hari dan berakhir pada 10 November. Hasilnya kemudian dirilis pada akhir April. Pada 2000, Cina mencatat memiliki penduduk 1,295 miliar jiwa. Jumlah ini dua kali lipat dibanding hasil sensus pertama pada 1953, yakni 594 juta jiwa.

    Sensus nasional ini merupakan yang keenam dan membutuhkan biaya sekitar 700 juta yuan atau Rp 935,4 miliar. Dalam pendataan, penduduk akan menjawab 18 pertanyaan, termasuk tentang pendidikan dan kelompok etnis. Dalam sensus ini, untuk pertama kalinya pula penduduk dihitung berdasarkan tempat mereka tinggal, dan bukan berdasarkan kartu penduduk, atau yang disebut hukou.

    Metode ini digunakan untuk mengetahui perubahan demografi dengan lebih baik dan ukuran sebenarnya kota-kota besar Cina, yang jumlah penduduknya hingga saat ini masih menjadi spekulasi. Selain itu, untuk memberikan potret jumlah penduduk tua dan orang asing yang tinggal dan bekerja di negara tersebut.

    Kendati jumlah petugas banyak, tidak berarti sensus berjalan lancar. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah mendata puluhan juta pekerja migran. Pekerja migran umumnya berasal dari pinggiran Cina dan masuk ke daerah urban untuk mencari pekerjaan. Mereka diperkirakan berjumlah 211 juta dan sering tidak mempunyai alamat tetap. Mereka juga sering menjadi penduduk marginal dan tak mendapat pelayanan dasar.

    Saat sensus, banyak pekerja migran khawatir mengungkapkan identitas mereka secara detail, terutama tentang anak-anaknya, karena kelompok penduduk ini lebih banyak menolak kebijakan satu anak. Guna mengatasi hal ini, petugas mendatangi asrama mereka dan menghitung jumlah tempat tidur dan sikat gigi yang ada. Pada satu kasus, petugas menemukan 25 sikat gigi di delapan kamar tidur asrama.

    HERALDSUN | RTT | SUNARIAH

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.