Polisi Inggris Akan Kian Kuat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Lefteris Pitarakis

    AP/Lefteris Pitarakis

    TEMPO Interaktif, London -Informasi dari dana intelijen Arab Saudi rupanya tidak dipandang angin lalu oleh negara-negara Eropa. Kabar yang disampaikan adalah, jaringan Al-Qaidah tengah mempersiapkan gelombang serangan teror di Benua Biru itu. 

    Dari seluruh negara Eropa, kata dinas rahasia Negeri Petro Dolar itu, Prancis menjadi sasaran utama. Negeri Mode itu baru saja menerapkan larangan pemakaian burka bagi perempuan muslim di muka umum. 

    Meski begitu, pemerintah Inggris juga mulai meningkatkan kewaspadaan mereka. Ini tampak dari kebijakan terbaru yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri. Isinya, meningkatkan persenjataan anggota polisi Inggris, dan mereka bakal dilatih oleh pasukan khusus SAS. 

    Pengumuman itu disampaikan Selasa lalu untuk mengantisipasi serangan teror gaya Mumbai. Apalagi peringkat ancaman teror di Negeri Tiga Singa itu masih di posisi “berbahaya”, tingkatan tertinggi kedua. Teror di Kota Mumbai, India, dua tahun lalu, menewaskan 166 orang. 

    Kepolisian Inggris bahkan sudah berani sesumbar mereka sudah siap menghadapi teror ala Mumbai. “Pelatihan dan senjata-senjata baru ini akan membuat posisi kami lebih baik,” kata seorang juru bicara Asosiasi Kepala Perwira Polisi yang menolak disebutkan identitasnya. 

    Salah satu persoalan yang muncul saat tragedi Mumbai, para polisi di kota itu kekurangan senjata yang dapat diandalkan. Sedangkan para penyerang memiliki senapan serbu AK-47. Kepolisian Inggris pun secara tradisi tidak dipersenjatai, hanya mengenakan topi dan tongkat. 

    “Para polisi Mumbai telah menunjukkan kesetiaan terhadap tugas, namun mereka kekurangan pelatihan komando dan senjata untuk menghadapi para penyerang,” ujar K.P.S. Gill, pensiunan perwira polisi India yang berpengalaman dalam operasi antiteror. 

    Kementerian Dalam Negeri Inggris menolak berkomentar soal pelatihan komando bagi polisi Inggris, yang di antaranya akan berlangsung di markas militer. Kementerian Pertahanan juga bungkam. 

    Brian Jones, wisatawan asal Amerika Serikat yang sedang melancong ke Ibu Kota London, Inggris, tidak yakin pelatihan senjata baru itu dapat menghentikan serangan teror. “Apa yang terjadi, ya, terjadi dan tidak ada yang dapat kita lakukan untuk menyetop,” kata lelaki setengah abad dari Kota Boston ini. 

    Namun Payal Patel, 21 tahun, dari India, punya pendapat berbeda. “Kita perlu melakukan apa yang bisa untuk mencegah serangan di masa mendatang,” ujarnya. 

    AP/Scotsman/Telegraph/Faisal Assegaf

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.