Bin Ladin Peringatkan Prancis, Jangan Melawan Muslim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Usama Bin Ladin

    Usama Bin Ladin

    TEMPO Interaktif, Usamah bin Ladin, pemimpin al-Qaidah, membenarkan bahwa organisasi yang dipimpinnya telah menyandera lima warga Prancis di Nigeria, bulan lalu, seraya memperingatkan agar Prancis tak melawan Muslim.

    Dalam sebuah rekaman suara yang disampaikan kepada Al Jazeera, Rabu, bin Ladin meminta agar rakyat Prancis menghentikan "turut campur urusan Muslim di Afrika Utara dan Barat."

    "Penculikan para ahli Anda di Nigeria sebagai reaksi atas ketidakadilan Anda melawan bangsa Muslim kami."

    "Anda telah mengintervesi urusan Muslim di Afrika Utara dan Barat. Agen-agen Anda melawan kami, mengambil kekayaan sehingga rakyat kami menjadi miskin."

    Sayap al-Qaidah Afrika Utara mengaku bertanggung jawab atas penculikan lima warga Prancis, Madagaskar dan Togo, September. Dalam foto yang disebarkan oleh kelompok ini akhir bulan lalu, menunjukkan sejumlah sandera duduk di atas pasir sementara di belakangnya beberapa pria bersenjata berdiri berpakaian suku Badui.

    Para sandera merupakan karyawan dua perusahaan Prancis, Areva dan Vinci, yang melakukan bisnis tambang di kora Arlit, Nigeria. Mereka dilaporkan ditahan di kawasan pegunungan di Mali utara. Pejabat Prancis mengatakan mereka tidak menerima tuntutan al-Qaidah di Maghribi (AQIM).

    Rekaman suara bin Ladin itu juga berisi tentang kritiknya soal pelarangan Prancis terhadap kaum Muslimah mengenakan cadar di muka umum. Selain itu, bin Ladin menyampaikan pesan agar Prancis menarik pasukannya dari Afganistan, jika tidak penculikan akan berlangsung terus.

    "Pesan ini sangat jelas dan sederhana, sebagaimana Anda membunuh, Anda akan kami bunuh, Anda menyandera Anda akan kami culik," ujarnya.

    AL JAZEERA | CHOIRUL


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.