Bekas Presiden Argentina Kirchner Meninggal Akibat Serangan Jantung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nestor Kirchner. AP/Natacha Pisarenko

    Nestor Kirchner. AP/Natacha Pisarenko

    TEMPO Interaktif, Bekas presiden Argentina Nestor Kirchner meninggal mendadak akibat serangan jantung, Rabu pagi waktu setempat.

    Pria 60 tahun adalah Presiden Argentina 2003-2007 juga sebagai suami Presiden Cristina Fernandez. Menurut kantor berita Telam, dia meninggal begitu cepat pada pukul 10 pagi waktu setempat di rumah sakit tak jauh dari rumah musim panasnya di El Calafate, sebuah kota kecil di Argentina Selatan.

    "Seorang patriot telah wafat," demikian anggota Kongres Juan Carlos Dante Gullo kepada jaringan televisi Vision 7 TV. "Argentina telah kehilangan salah satu putra terbaiknya."

    Istrinya mendampingi Kirchner ketika dia meninggal di rumah sakit, lapor media milik pemerintah.

    Mendengar kabar duka, sejumlah pemimpin politik dan anggota keluarga Kirchner, Rabu petang, langsung merapat ke El Calafate untuk bergabung bersama Cristina Fernandez. Siaran televisi menunjukkan saudara perempuan Kirchner, Menteri Negara Alicia Kirchner de Mercado, menggunakan pesawat kecil nampak meninggalkan ibu kota negara Buenos Aires.

    Media melaporkan, jenazah Kirchner dikeluarkan dari rumah sakit dan dibawa dengan ambulance menuju kediaman keluarga.

    Semasa menjabat sebagai presiden, Kirchner pernah melakukan negosiasi dengan lembaga bantuan keuangan internasional, IMF, untuk menghapus utang negara sebagai dampak resesi dunia. Para pendukungnya menyebut, ekonomi Argentina tumbuh dengan bagus karena strategi Kirchner dianggap jitu.

    Ucapan bela sungkawa berdatangan dari berbagai penjuru dunia usai beberapa menit kematiannya diumumkan.

    "Oh, sahabatku Cristina," kata Presiden Venezuela Chavez di akun Twitter-nya. "Kok bisa begitu, Argentina kehilangan orang besar dan Amerika berduka!

    Chaves, yang akan hadir pada pemakaman Kirchner, memerintahkan negaranya berkabung selama tiga hari. Demikian juga Brazil. Selain itu, sejumlah pemimpin negara Amerika Latin juga menyatakan akan menghadiri prosesi pemakaman di antara pemimpin itu, presiden Bolivia dan Ekuador.

    Di Kolombia, Presiden Juan Manuel Santos mengheningkan cipta selama satu menit. "Argentina dan kami kehilangan orang besar," ucapnya.

    Organisasi negara-negara Amerika juga melakukan pengheningan cipta selama satu menit di tengah pertemuan Rabu pagi di Washington. Presiden Barack Obama tak lupa mengucapkan rasa bela sungkawa. Menurutnya, "Dia memainkan peran signifikan dalam politik Argentina."

    CNN | CHOIRUL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.