Pembentukan Masyarakat ASEAN Dipercepat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Ramdani

    TEMPO/Ramdani

    TEMPO Interaktif, Hanoi -Pertemuan Dewan Koordinasi Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) dibuka kemarin sore di Hanoi, Vietnam. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh tuan rumah yang juga pemimpin ASEAN, Vietnam. Pertemuan dimulai dengan ucapan belasungkawa oleh Menteri Luar Negeri Vietnam Pham Gia Khiem atas bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Mentawai, Sumatera Barat.

    Pertemuan Dewan Koordinasi tersebut mengawali Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-17, yang mulai berlangsung hari ini. Bertema "Menuju Masyarakat ASEAN: dari visi ke aksi", KTT ini berlangsung hingga 30 Oktober nanti. Selama KTT, akan digelar sejumlah pertemuan tingkat tinggi lainnya di ibu kota Vietnam itu. 

    Wakil Menteri Luar Negeri Vietnam Dao Viet Trung mengatakan topik besar yang akan dibahas di antaranya percepatan proses pembangunan masyarakat ASEAN, pelaksanaan Piagam ASEAN, perluasan kerja sama ASEAN dengan partner dialog, dan memperkuat kerja sama untuk merespons tantangan global. 

    Pembentukan masyarakat ASEAN ditetapkan pada 2015. Untuk tujuan ini, negara-negara ASEAN berusaha meningkatkan upaya proses integrasi di wilayah ASEAN, yang total penduduknya sekitar 584 juta jiwa dan produk domestik bruto 1,5 triliun dolar. 

    Namun pembentukan masyarakat ASEAN tampaknya tak semudah membentuk masyarakat Uni Eropa. Wakil Presiden Kamar Dagang dan Industri Vietnam Doan Duy Khuong mengatakan ekonomi negara-negara ASEAN berada pada level berbeda-beda dengan kesenjangan mencolok, yang harus dipersempit. 

    Kesenjangan sangat besar terutama terlihat antara enam anggota lama ASEAN (Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina) dan empat anggota baru (Kamboja, Laos, Burma, dan Vietnam). Kendala lainnya adalah masalah hak asasi manusia di Burma dan perselisihan antara Kamboja dan Thailand, Indonesia dan Malaysia, serta Singapura dan Malaysia. 

    Pembentukan masyarakat ASEAN juga tak bisa diputuskan secepatnya. Pasalnya, salah satu pemimpin negara, yakni Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, terpaksa meninggalkan pertemuan untuk kembali ke Indonesia. Presiden Yudhoyono pulang kemarin pagi dan dilaporkan langsung menuju Mentawai guna memantau bencana yang terjadi di daerah itu.
     
    CHANNELNEWSASIA | XINHUA | REUTERS AFRICA | SUNARIAH | FEBRIYAN





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.