Manula Jepang Gemar Pornografi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi

    ilustrasi

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Boleh percaya, boleh tidak. Film porno yang dibintangi aktor dan aktris tua lebih digemari ketimbang yang diperankan bintang-bintang porno muda usia.

    Tak percaya? Tanya saja Ryuichi Kadowaki, Direktur Ruby Inc, perusahaan pembuat film pendongkrak syahwat yang kerap mengajak bintang-bintang porno usia lanjut. 


    "Kalau bintang ceweknya muda-muda, paling laris cuma dalam tiga bulan pertama," ujar Kadowaki. "Sebaliknya, kalau aktrisnya senior, laku terus. Malah bisa menjadi best seller sampai 10 tahun." Lagi pula, kata Kadowaki, ongkos produksinya lebih murah jika memakai bintang film yang sudah gaek. 

    "Aktris muda top dibayar US$ 100 ribu per film, kalau yang tua US$ 2.000 saja," tuturnya. Menurut Kadowaki, dalam 10 tahun terakhir pasar film porno untuk kalangan tua melonjak dua kali lipat. Sebabnya, kata dia, Jepang kelebihan manusia lanjut usia.
     
    "Ke depan permintaan bakal terus bertambah." Industri pornografi Jepang meraup US$ 1 miliar per tahun.  
     
    TIME | DRE 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?