AS Mensinyalir Terorisme akan Meningkat di Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, London:Terorisme disinyalir akan meningkat di Irak beberapa bulan mendatang. Administrator Sipil Amerika di Irak Paul Bremer mengungkapkan pada The Times Senin (10/11) bahwa beberapa ratus teroris profesional sudah pergi dengan diam-diam ke Irak. "Kami akan meningkatkan serangan karena para teroris bisa mengetahui rekonstruksi dinamis (di Irak) yang berjalan sesuai dengan petunjuk kami," ungkap Bremer kepada harian Inggris itu. Menurutnya, para teroris profesional tersebut menerobos Irak dari Sudan, Suriah, Yaman, dan Arab Saudi."Akan menjadi masalah yang rumit pada beberapa bulan mendatang, kecuali kalau intelijen dapat bekerja lebih baik," ujarnya. Dengan alasan tersebut, Bremer mengatakan siap mempelajari usulan Menteri Dalam Negeri Irak untuk membentuk sebuah "angkatan perang khusus" yang terdiri atas anggota milisi Kurdi dan Syiah, serta tidak menutup kemungkinan bekas anggota intelijen Saddam Hussein. "Anggota milisi ini mengetahui keadaan lokasi dan mereka dapat lebih banyak lagi melihat elemen asing di Irak dari pada tentara gabungan AS-Inggris," aku Bremer. Pejabat AS itu menekankan bahwa teroris tidak akan berhasil memaksa angkatan perang gabungan meninggalkan Irak. "Ketidakberhasilan kami di sini akan berakibat sangat gawat. Fatal bagi orang Irak, dan barangkali juga untuk Timur Tengah," ujarnya.AFP/Putri Alfarini - Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.